
Binatang Sahabatku juga kita semua (sepenggal kisah hidupku)
Saya adalah anak yang sangat nakal yang sangat kesepian, dari
kecil saya sudah dicap sebagai anak yang aneh, kedua orang tuaku terlalu sibuk
untuk mencari uang sedangkan saya hidup selalu sendirian dengan tidak memiliki
apapun yang dapat kujadikan pegangan hidup untuk diriku di lingkunganku, saya
sudah harus bisa mandiri tapi tetap dengan pemikiran anak kecil yang sok dewasa.
Tempat bermain favoritku waktu kecil ada 3 tempat, yaitu : Pohon, Rel kereta api,
dan Genteng. Ya, itulah tempat bermain favoritku, saya selalu bermain
sendirian, suka melakukan observasi lingkungan di tempat kuberada, mengumpulkan
sesuatu terutama sedotan, batu kerikil, koin kuno dan karet (tidak tahu kenapa
^_^) selalu bermain ke tempat yang jauh dan berusaha untuk menghafal jalan
yang kutelusuri, terkadang suka melihat, menilai karakter orang - orang di
sekitarku dan terkadang mengikuti tingkah laku dan sifat mereka.
Tapi semenjak Mini halim (seekor anjing kampung bewarna hitam)
milik Pamanku, saya entah kenapa tertarik untuk mengenal sosok seekor anjing (anjing
pertama yang kulihat pertama kali dalam kehidupanku di masa kecil), Anjing itu
melahirkan 5 ekor, 2 warna hitam, 1 putih, 1 coklat dan 1 belang. Otomatis
kasih namanya si hitam, si belang, si putih dan si coklat sedangkan anjing
terakhir kulihat berbeda dengan anak anjing lainnya, saya lalu memohon kepada
pamanku untuk memberikan anjing itu kepadaku, akhirnya anjing itu sah menjadi
milikku, kuberi nama Rumba.
Rumba adalah anjing jantan bewarna hitam kelam, sejak kecil (TK)
sampai kelas 2 SD dia selalu bersamaku, menemaniku, melindungiku. Saya
suka sekali memanjat pohon dan si Rumba juga suka walau tidak bisa setinggi saya
tempat saya nangkring selalu di atas dan Dewi sahabat bermainku waktu kecil di
urutan ke-2 dan Rumba di urutan ke-3, sepertinya Rumba berusaha untuk
melindungiku dan selalu melolong untuk memintaku segera turun (takut jatuh
sepertinya) sayalah yang selalu bilang agar Rumba jangan naik pohon, karena
anjing tidak pandai memanjat pohon dan itu bahaya sekali ^_^ kalau saya tidak
apa - apa ^0^ well, anjing itu menurut saja dan dia menunggu di bawah sambil
duduk sambil melihat ke atas, menunggu sampai saya turun. Rumba adalah
anjing pelindung yang setia dan merupakan sahabatku.
Setiap saya pulang sekolah Rumba selalu hadir untuk menyambut,
pernah dia menjemputku dan selalu jika saya bermain keluar, Rumba selalu ikut
dan tidak ada teman yang berani mengganggu karena ada Rumba (jika tidak ada,
yang pasti saya diganggu oleh anak - anak yang badannya lebih besar, saya selalu
didorong dan dilukai berkesan seperti di cerita Nobita yang selalu diganggu jika
ada Doraemon pasti aman ^_^), Rumba sudah sering menolongku, anjing ini
sebelumnya dilarang tinggal tapi saya bersikeras untuk selalu menjaga, merawat
dan melindungi Rumba, tapi apa dayaku akhirnya hanya sampai bertahan sampai di
kelas 2 SD saja. Orang tuaku tidak setuju anjing itu terus menetap dan pada
akhirnya tiba - tiba waktu aku pulang dari sekolah aku melihat Rumba ditarik -
tarik dengan tali, ia dipaksa oleh seseorang yang tidak kukenal, saya langsung
mengambil tali itu kemudian Ayahku keluar dan berkata anjing itu harus diberikan
pada orang itu karena sudah dibeli. Lalu orang itu mengambil tali itu
dengan paksa, saya mengamuk dan sedih terus memanggil Rumba dan memohon pada
Ayah, Ayah juga menahanku, akhirnya Rumba dinaikkan ke atas mobil (mobil semacam
truk barang yang tidak memiliki atap) Rumba diikat dan Rumba melolong
terus dan saya melihat air mata Rumba (Anjing itu menangis untuk pertama kalinya,
dan pertama kalinya saya tahu bahwa seekor anjing bisa menangis) Saya menangis
dan memohon dan pada akhirnya truk itu jalan saya terus lari, saya gigit tangan
Ayah saya kemudian berlari mengejar truk itu, tapi apa dayaku kemudian saya
balik ke rumah, saya ambil sepeda kemudian langsung mengejar, Rumba tetap
melolong dan terus melolong, akhirnya yang pasti aku tidak sanggup mengejar
sepeda lawan mobil gitu loch T_T
Saya kehilangan jejak dan itu berarti kehilangan sahabat dan
sayapun sendirian lagi (ini kejadian di Kelapa Molek 7, Dewi sahabat bermainku
di Duren Sawit) Saya kesepian lagi, saya selama seminggu mencari Rumba
dengan sepedaku yang kunamakan Belalang Tempur (saya suka film kamen rider black
alias Satria Baja Hitam), saya menemukan anjing yang mirip sekali dengan Rumba
dan saya hampir mengira itu Rumba tapi bukan karena karakternya tidak seperti
Rumba dan dia tidak mengenali saya. pada akhirnya selama seminggu saya sedih dan
kemudian saya melihat seekor kucing yang sangat bagus dan lucu. Itu
pertemuan dengan seekor kucing yang dinamakan Manis oleh Tante Jane tetangga
depan rumahku. Saya tidak tahu mengenai kucing itu dan tidak tahu siapa
pemilik kucing itu serta siapa tetangga di depan rumahku. Yang saya tahu,
kucing itu kucing liar dan tidak ada pemiliknya serta bagus, karena saya masih
sangat kecil, masih pemikiran sempit tanpa pikir panjang saya meminta saudara
sepupu saya yang datang untuk menangkap kucing itu dengan kardus.
Kucing itu tertangkap oleh Saudara sepupuku. Kucing itu
ngamuk ingin keluar dan pada saat itu, Tante Jane memanggil manis dan kucing itu
mengeong keras sekali akhirnya ketahuan sama Tante Jane, lalu Tante Jane marah
^_^ Itulah perkenalanku dengan Manis dan Tante Jane ^0^ Tante Jane minta saya
untuk melepaskan kucing itu kemudian Tante Jane memintaku untuk datang ke
rumahnya jika ada waktu senggang. Saya datang ke rumahnya lalu disanalah
saya melihat banyak sekali kucing peliharaan berkeliaran di rumah Tante Jane dan
ada anjing serta ikan pula tapi semuanya akur ^_^ Tante Jane orangnya
sangat baik sekali, dia tidak memiliki anak juga cucu dia hidup sendirian,
suaminya meninggalkannya karena ia tidak bisa memiliki keturunan. Tante
Jane terbilang sudah berumur tapi dia tidak merasa kesepian, saya selalu melihat
ia senang dengan teman - temannya yaitu binatang di sekitarnya. Tante Jane suka
mengajariku tentang kehidupan seputar binatang dan banyak hal yang ia ajari dan
sudah kuanggap sebagai Orang tua angkatku karena Orang tuaku terlalu sibuk
dengan pekerjaannya ^_^ Btw, saya tetap tertarik dengan kucing bernama Manis,
lalu Tante Jane memanggil Manis, saya berusaha untuk mendekati Manis dan
berusaha untuk membuat kucing itu nyaman dan saling kenal dan mungkin saja
kucing itu tertarik dengan saya nantinya ^_^
Tante Jane tahu saya suka pada Manis, tapi Tante Jane bilang
kucing itu sudah ada yang minta ternyata Ketua gank saya yang bernama Richard.
Tapi kata Tante Jane asalkan kamu bisa mencuri hatinya dan memahami
perasaan dan menjadi 1 kalian tidak akan dapat terpisahkan. Binatang lebih
peka soal perasaan dan lebih memahami orang yang disayanginya daripada manusia,
oleh karena itu binatang merupakan sahabat kita. Karena
walaupun ia tidak bisa berkomunikasi dengan kita, binatang bisa memahami kita
dan menerima diri kita apa adanya. Selama berbulan - bulan saya
berusaha untuk mencuri hati Manis agar ia mau dekat dengan saya, Suatu
hari ada kejadian dyang menimpa Manis, ia terkena sesuatu yang membuat kakinya
terluka, lalu saya menolongnya dari benda yang membuat ia luka dan mengobatinya
ke rumah ^0^ berhasil juga saya menggiringnya ke rumah saya secara diam - diam
tapi pasti. Saya mulai merawat Manis sampai sembuh. Dan memberi
makan secara diam - diam karena kalau sampai ketahuan orang tua pasti diusir.
Kucing itu sembuh pada hari ke - 3 malam terakhir Manis tidur disitu, saya
berkata Manis mungkin saya tidak dapat memilikimu tapi saya berharap bisa
bersahabat denganmu karena saya sangat menyukai kucing sepertimu (kucing yang
lain daripada yang lain, kucing yang sangat manis, dengan bulu yang sangat indah
3 warna yang serasi yaitu : Putih (paling mendomininasi, hitam di kepala dan
ekor serta coklat tua yang berbentuk elips) dan keesokan paginya kucing itu
hilang tapi di samping tempat tidurnya (di kardus) ada seekor tikus besar yang
mati, wah saya bingung apa maksudnya lalu kemudian menanyakan pada Tante Jane
bahwa kata Tante Jane itu menandakan terima kasih. Binatang tahu
balas budi dan Tante Jane pernah berkata bahwa Anjing dan kucing tidak akan
melupakan baik budi seseorang seumur hidupnya yang telah merawatnya dengan baik.
Manis memberiku 4 ekor tikus selama 3 hari, hari pertama 1 tikus besar, hari
kedua 2 ekor tikus dan hari ke-3 1 ekor tikus.
Kucing itu sekarang mulai dekat denganku semakin hari dan
Manis juga tidak terlalu dekat dengan Richard, Manis lebih memilihku semakin
lama saya mengenal Manis dan bersahabat dengannya. Saya suka menidurkan
Manis di pangkuanku dan menyanyikan lagu yang kukarang - karang sendiri (yang
penting kucing itu suka), Manis suka berada di mobil dan genteng sama sepertiku
hehe, di mobil manis suka tidur - tiduran, saya juga pernah tidur di atas mobil
di depannya, sambil melihat bintang di langit, Orang tuaku belum pulang.
Saya cuma berdua dengan Manis.
Manis kucing yang hebat, saya kagum waktu melihat kucing ini
melawan seekor anjing Herder dan Dalmatian, saya melihat aksi kucing betina ini
2x dan menang bo!!! Kucing itu bisa menang melawan anjing yang lebih besar
daripada tubuhnya. Wah, kalau mengingat kejadian itu sungguh terkesima
dibuatnya. Ebad bet dech ^0^
Saya hanya bisa bersama Manis hanya sampai kelas 5 SD saja,
karena saya harus pindah rumah, Manis sepertinya tahu kalau saya akan
pindah dan anehnya kucing itu sedih dan hanya mengeong yang suaranya tidak
seperti biasanya lalu diam kemudian memandangku dengan sedih. Kucing itu
tidak mau keluar dari rumah pas pindahan, saya ingin sekali membawanya
tapi tidak bisa kareana ortu melarang, apalagi yang waktu kejadian pernah
ketahuan Orang tuaku marah besar. Kucing itu suka mencuri makanan yang
sudah menjadi jatahku ya tapi paling aku cuma bilang Manis kamu mengambil ikanku,
kadang supku kau minum tapi ya sudahlah aku makan apa adanya ^_^' saya sudah
terlalu sayang pada Manis. Sayapun juga suka berbuat kesalahan padanya
paling sering injak ekornya secara tidak sengaja tapi ia tidak mencakar cuma
mengeong keras hehe ^_^ lalu kemudian saya minta maaf dan Manis ngambek tapi
abis itu dia baekan lagi ^0^
Manis dan saya sudah menjadi 1 hati, kucing ini juga
merupakan kucing pelindung peganti Rumba secara tidak langsung ia pernah
menolongku Ebad dech cakarannya itu membuat orang itu kabur. Saya pernah
hampir membunuh Manis gara - gara itu, karena orang itu adalah temanku tapi saya
melihat parah sekali sampai mukanya banyak darah terkena cakaran maut, sayapun
tidak habis pikir Manis itu menolongku kenapa saya lalu memukulnya dengan sapu
dan anehnya lagi setiap saya panggil lagi kucing itu tetap menhampiriku lalu
kupukul kemudian ia kabur lalu keesokan paginya saya bertemu Manis ia berada
dalam pot bunga yang besar dan pada saat itu saya langsung mengambil batu bata
dan lalu mengangkatnya kemudian anehnya kucing itu melihat saya sambil duduk
kemudian ia berbaring dan mengeong sekali kemudian tutup mata ia tiduran seperti
gaya kucing mati, ia terlihat pasrah, seperti mengatakan secara tidak langsung
saya mungkin melakukan kesalahan besar yang tidak dapat dimaafkan olehmu,
bunuhlah saya jika itu yang majikan inginkan. saya langsung menghentikannya
kemudian saya langsung memeluknya dan berkata Manis maafkan aku, maafkan dan
terima kasih sudah mempercayaiku selama ini sampai sekarang ini, aku bodoh benar
- benar bodoh tidak melihat kebenaran bahwa kamu cuma ingin menolongku dari
temanku kamu bukan kucing jahat. Manis lalu mengeong di pelukanku anehnya
aku juga merasakan dan melihat air mata yang menetes dari matanya.
Semenjak kejadian itu saya dan Manis lebih memahami 1 sama
lain, sampai akhirnya pindahan (dilanjutkan yang tadi) Saya berjanji pada Manis
bahwa saya akan menjemputnya, saya akan berusaha terus memohon pada Ayah dan Ibu
untuk mengijinkan untuk membawamu dan memeliharamu. Saya kemudian ke
tempat Tante Jane dan minta untuk agar Tante Jane merawat Manis memberi makan
dan minum karena Tante Jane adalah majikannya yang pertama kemudian saya juga
berkata pada Richard untuk merawatnya dia adalah majikan ke-2 dan saya hanyalah
ke-3. Selama 3 bulan saya memohon dan akhirnya dibolehkan ^0^ ^0^ ^0^ saya
langsung menuju kesana, saya langsung turun dari mobil, padahal mobil itu belum
berhenti. Saya saking senangnya ingin bertemu dengan Manis, kemudian saya
teriak MANIS...MANIS ini aku MANIS biasanya jika saya panggil Manis pasti ada
bunyi suara genteng lalu turun (Manis selalu yang menyambutku jika aku pulang
dari sekolah dan menemani saat kesendirianku) tapi ini kok aneh, tidak ada suara
apapun sampai aku lari ke ujung meneriakkan nama Manis, akhirnya Tante Jane
keluar kemudian ada Koko Edom dan Koko Eric datang menyambutku, Tante Jane
berkata bahwa Manis sudah pergi jauh, Manis sudah berada di dalam tanah.
Saya bingung??? Karena saya tidak mengetahui kematian dan saya tidak pernah
melihat sesuatu yang hidup dikubur. Saya lalu bertanya Ngapain Manis di dalam
tanah??? sungguh bodoh anak seperti saya ini >_<
Kemudian Ko Edom dan Ko Eric mengajakku ke suatu tempat
di dekat kali dan di situ ia menunjukkan tanah tempat Manis berada, kemudian
saya tambah bingung kenapa Manis berada disitu saya memanggilnya keluar tapi
tidak mau keluar kemudian Kedua koko itu bilang bahwa Manis sudah mati itu
artinya ia tidak hidup seperti kita dia sudah tidak dapat bergerak dan bernafas
serta mengeong lagi dia tertidur untuk selamanya. Kemudian saya langsung
menangis keras kemudian saya berlari menuju rumah Tante Jane, kemudian berkata
Tante Jane kenapa Manis mati, kenapa Tante Jane tidak merawat Manis??? Tante
Jane bilang saya dan Richard juga teman - temanmu sudah berusaha untuk
membujuk Manis untuk makan serta minum tapi dia tidak mau makan dan minum
walaupun dipaksa ia tetap berada dia atas lampu rumahmu (di batasan setiap rumah
kan ada pembatas, Manis nongkrong disitu di dekat lampu depan) terus menunggumu.
>_< kenapa ??? T_T T_T T_T kenapa kucing itu bodoh sekali padahal bukannya sama
saja bahwa Tante Jane yang memberi makan, Tante Jane bilang ia hanya ingin
diberi makan dan minum olehmu, Tante Jane tidak bisa apa - apa sampai kemudian
kucing itu kurus dan mati di atas dekat dengan lampu. Ia menunggu dengan setia
sampai pada kematiannya yang malang.
Kemudian aku menangis dan meneriakkan Manis sampai aku pulang
dan sampai rumah aku selalu berkata dalam hati, manis kenapa kenapa bisa terjadi
begini, padahal saya sudah berjanji untuk menjemputmu kenapa kamu berbuat sampai
seperti itu memang membuatku terharu dengan perbuatanmu tapi kau membuatku
sangat sedih dan bodoh sekali T_T T_T T_T. Sampai sekarang saya terkadang suka
sedih jika mengingatnya, saya selalu mengenangnya di dalam hati saya dan
kemudian saya tersenyum mengenai kenangan indah baik suka maupun duka saya
merasakan kebahagian yang sesungguhnya, yaitu sungguh sangat beruntungnya aku
bisa mengenal binatang hebat seperti mereka ^0^ Ya itu kejadian yang sudah lama
berlalu, sepenggal kisahku di waktu Aku kecil dengan binatang sahabatku ^_^
Semuanya terima kasih !!! Terima kasih tak terhingga untuk semua yang Kau
berikan Tuhan. Amen
