Spiritual of wired


Nothing in the world can take the place of persistence. Talent will not; nothing is more common than unsucessful men with talent. Education will not; the world is full of educated derelicts. Persistence and determination alone are omnipotent!

| Home | Download | Blogger | Personal | Free Hosting |

Tuesday, February 22, 2005


welcome again on february yo!(not yet february?yup! yo well sorry 4 dat bro! dun have time more 2 posting on february! 2 much buzy schedules yo on feb! so now I'm posting newest journals on January 21st 2005) have a wonderful blablabla read journal bro!btw...on March there is a valuable Article about Satan Church!Just wait & see readers & bloggers!!! Stop staring at us! we r so cute more than u yo? u makes us OOooooOOOOoooo ^0^ happy ^0^ Posted by Hello


Monday, February 21, 2005

SETIAP orang manusia di dunia ini, baik wanita maupun pria, yang hidup dalam keadaan normal dan biasa, kecuali mereka yang hidup diperuntukkan menjadi pendeta atau yang berpantang senggama, sudah pasti akan sekali waktu mengalami hubungan pertama dalam hidupnya.

Hubungan kelamin antara pria dan wanita untuk pertama kalinya sudah pasti akan terjadi pada setiap orang, dengan berbagai cara dan jalan. Dan agaknya sudah diterima oleh umum sebagai hal yang wajar dan biasa, terutama di dunia timur, bahwa kehilangan keperjakaan seorang pria bukanlah hal yang aneh dan patut diributkan. Sebaliknya, kehilangan keperawanan seorang wanita dapat menimbulkan bencana, urusan, permusuhan, pembunuhan, bahkan dapat mempengaruhi kehidupan wanita itu selanjutnya !

Hubungan antara pria dan wanita, hubungan yang menyangkut hubungan kelamin sekalipun, bukanlah merupakan hal yang aneh. Hubungan itu adalah wajar saja, seperti hubungan antara jantan dan betina pada semua makhluk, baik makhluk bergerak maupun tidak, baik tanam-tanaman, binatang-binatang, manusia-manusia.

Jodoh dalam bentuk pertemuan antara Yin dan Yang merupakan kewajaran, karena pertemuan antara jantan dan betina inilah yang menciptakan semua keadaan demikian pula. Hubungan kelamin antara pria dan wanita merupakan kewajaran, bahkan merupakan sarana bagi perkembangan manusia, bagi kelahiran manusia. Oleh karena itu, sungguh sesat kalau menganggap hubungan itu sebagai sesuatu yang kotor ! Sama sekali tidak. Hubungan itu adalah sesuatu yang suci, sesuatu yang bersih dan indah, sesuatu yang wajar dan tidak bertentangan dengan hukum alam.

Akan tetapi, segala macam perbuatan di dunia ini, kalau dilakukan dengan dasar mengejar kesenangan, tentu menimbulkan penyelewengan-penyelewengan yang dianggap sebagai kejahatan. Dan perbuatan yang dilakukan dengan pamrih mencari kesenangan ini sudah pasti akan mendatangkan gangguan-gangguan dalam hidup, mendatangkan awal dari pada kesengsaraan.

Umpamanya, makan adalah suatu gerakan wajar yang merupakan kepentingan hidup, kebutuhan jasmani, dan memang segala kebutuhan jasmani itu pelaksanaannya mengandung kenikmatan. Inilah berkah berlimpahan yang patut membuat manusia bersyukur. Akan tetapi, kalau dalam melakukan perbuatan makan ini kita mendasarkannya atas pamrih mengejar kesenangan, yaitu kenikmatan makan tadi, maka terjadilah penyelewengan. Kita lalu makan asal enak saja, tanpa mengingat lagi bahwa fungsi makan sebenarnya adalah untuk syarat hidup, untuk perut. Dan terjadilah akibat-akibat yang amat mengganggu seperti sakit perut dan sebagainya yang merupakan awal kesengsaraan ! Demikian pula dengan perbuatan sebagai pelaksanaan hubungan kelamin antara pria dan wanita.

Gairah yang ada dalam hubungan seksuil adalah wajar. Rasa tertarik antara pria dan wanita adalah wajar. Rasa nikmat yang didapat dalam hubungan itupun adalah wajar, merupakan satu diantara berkah yang berlimpahan bagi manusia. Namun, kalau kita melaksanakan perbuatan itu dengan dasar mengejar kenikmatan, mencari kesenangan, maka kita telah menyalahgunakan berkah itu. Dan timbullah perbuatan-perbuatan yang merupakan penyelewengan-penyelewengan hanya demi mencapai kesenangan belaka, seperti perjinaan-perjinaan dan sebagainya, yang kesemuanya itu dilakukan hanya karena dorongan nafsu birahi belaka, hanya untuk mencari kenikmatan belaka. Dan muncullah akibat-akibat sebagai pelanggaran dari norma-norma kesusilaan manusia yang telah terbentuk.

Akibat-akibat itu bermacam-macam, misalnya, kandungan diluar nikah, permusuhan karena memperebutkan wanita, permusuhan karena merasa dilanggar kehormatannya, permusuhan karena perkosaan, penyakit-penyakit kelamin, dan sebagainya lagi.

Kebijaksanaan sajalah yang dapat menertibkan semua ini. Kebijaksanaan yang timbul kalau kita berada dalam keadaan waspada dan sadar. Hanya dasar cinta kasih sajalah yang akan menghalalkan semua perbuatan hubungan seksuil ini. Dengan cinta kasih, maka segalanyapun baik. Dan cinta kasih itu bukan sekali-kali berarti hubungan seks !

Sungguhpun hubungan seksuil merupakan bagian daripada cinta kasih antara pria dan wanita dalam hubungan suami-istri, suatu pencurahan dari pada kasih sayang dan kemesraan. Dan sebagai manusia tentu saja kita tidak mungkin terlepas daripada norma-norma kesusilaan, daripada hukum-hukum yang telah diterima oleh masyarakat. Kalau hukum itu mengatakan bahwa hubungan seksuil antara pria dan wanita barulah benar kalau dilakukan antara suami dan istri yang sudah menikah secara sah, maka sudah tentu kita tidak mungkin dapat melepaskan diri dari ketentuan itu. Sebaliknya, andaikata masyarakat kita tidak mengadakan peraturan itu, tentu saja kitapun tidak terikat oleh hukum tentang pernikahan.

Semua hukum itu hanyalah menjaga ketertiban lahiriah belaka. Akan tetapi yang terpenting adalah ketertiban menyeluruh yang berpusat kepada batin. Kenikmatan memiliki kekuatan besar sekali untuk mengikat batin manusia melalui kesenangan. Mengingat-ingat dan mengenangkan pengalaman yang nikmat selalu mendorong manusia untuk mengulang kenikmatan itu.


Sunday, February 20, 2005


catarano amico forsitgo leano kora? cato caro hito hito threano enemo enemo! transco hurro! ono dammito! Posted by Hello


Saturday, February 19, 2005

Perasaan sayang kadang-kadang membuat orang menjadi kurang waspada, bahkan dapat membuat orang menjadi lengah. Rasa suka dan tidak suka membuat semua pertimbangan akal menjadi miring dan tidak dapat berfungsi dengan baik lagi. Kalau kita merasa suka kepada seseorang, timbul rasa saying dan apapun yang dilakukan orang yang kita suka itu, bagi kita selalu nampak menyenangkan, apalagi kalau yang dilakukan itu memang tidak merugikan kita secara langsung. Hal ini bukan hanya teori maupun dongeng belaka. Orang tua yang selalu menyayang anaknya condong untuk memanjakan anak itu dan walaupun si anak itu nampaknya nakal dan menjengkelkan hati orang-orang lain, bagi orang tuanya, kenakalan itu bukan nampak nakal seperti pandangan orang lain, melainkan mungkin dianggapnya lucu dan menggelikan, menyenangkan !

Sebaliknya, kalau kita tidak menyukai seseorang, timbul kecondongan untuk membenci orang itu dan kalau sudah begini, apapun yang dilakukan orang itu akan nampak tidak menyenangkan bagi kita ! Bukan kelakar belaka kalau dikatakan bahwa hati yang sedang suka melihat wajah cemberut orang yang disukainya nampak lebih manis, sebaliknya, melihat wajah orang yang dibencinya, walaupun sedang tersenyum semanis-manisnya nampak buruk dan tidak menyenangkan !


Wednesday, February 16, 2005

Segala macam perasaan hanya timbul oleh permainan pikiran yang mengingat-ingat belaka. Seperti juga kepuasan yang hanya sebentar, kekecewaanpun lewat bagai angina lalu saja. Suka dan duka silih berganti seperti awan-awan berarak di angkasa.

Kita ini, biarpun sudah dewasa, namun masih tiada bedanya dengan anak-anak, hanya badan kita saja yang bertumbuh besar. Kita masih mudah tertawa dan menangis, seperti kanak-kanak yang mudah tertawa memperoleh permainan baru dan mudah menangis karena kehilangan sesuatu yang disenanginya. Akan tetapi setiap muncul pengganti yang baru, yang lama, baik yang menyenangkan maupun yang menyusahkan, akan terlupa dan hilang tak berbekas. Yang berbeda hanyalah macam permainan itu saja.

Biasanya, kita manusia, di ujung dunia yang manapun juga, selalu mengejar-ngejar pengulangan kesenangan atau yang dianggap lebih menyenangkan lagi. Selalu mencoba untuk menjahui atau menghindari apa saja yang dianggap menyusahkan. Kita ingin hidup ini penuh dengan yang manis-manis saja. Kita lupa bahwa selama kita mendambakan yang manis, maka akan bermunculanlah yang pahit, yang getir, yang masam dan sebagainya, karena semua itu muncul apabila yang manis dan kita dambakan itu tidak tercapai.

Itulah romantika hidup. Ya manis, ya pahit, ya getir. Semua itu merupakan kesatuan yang tak terpisahkan, yang menjadi isi dari pada kehidupan kita sekarang ini. Mengapa kita tidak menerima semua itu secara wajar saja ? Mengapa mesti bersenang kalau mendapatkan yang manis, akan tetapi mengeluh kalau memperoleh yang pahit ? Kalau kita menghadapinya dengan pengamatan mendalam, tanpa penilaian si pikiran yang mencari manis selalu, mungkin kita akan melihat seseuatu yang ajaib.

Benar pahitkah yang kita anggap pahit itu dan benar maniskah yang kita anggap manis ? Apakah akan terasa nikmatnya manis kalau kita tidak merasakan tidak enaknya pahit ? Apakah kita dapat mengenal terang kalau kita tidak mengenal gelap ?


Monday, February 14, 2005

Memang, seluruh manusia di dunia mendambakan kebahagiaan, mengejar kebahagiaan dan sudah tentu semua itu takkan ada hasilnya. Kebahagiaan tidak dapat dikejar, tidak dapat ditangkap lalu disimpan sebagai milik kita. Bahkan kebahagiaan tidak dapat dirasakan, dikunyah-kunyah dan dinikmati seperti kalau kita menikmati kesenangan. Yang biasa kita anggap kebahagiaan itu tak lain hanyalah kesenangan belaka, dan kesenangan itu hanya selewat saja dan segera tempatnya digantikan oleh kesusahan karena senang dan susah adalah saudara kembar yang tak terpisahkan. Kebahagiaan tidak dapat dikekang, diingat-ingat, seperti kesenangan.

Kesenangan adalah buatan pikiran yang mengingat-ingat dan mengenang sesuatu, suatu pengalaman, baik pengalaman sendiri atau pengalaman orang lain. Pengalaman yang menyenangkan ini dikenang, diingat-ingat, digambarkan, dibayangkan sebagai suatu kesenangan yang lalu dikejar dan dicari. Memang tidak mustahil kita dapat mengejar dan menangkap kesenangan ini, lalu kita nikmati, akan tetapi setelah terdapat, tentu akan timbul kebosanan karena keinginan sudah terdesak lagi untuk mencari yang lebih nikmat daripada itu. Dan kesenangan juga menimbulkan rasa takut, takut akan kehilangan yang menyenangkan itu. Kesenangan menimbulkan kedukaan, yaitu duka kalau sampai kehilangan yang menyenangkan itu. Kesenangan yang dikejar-kejar juga menimbulkan kecewa, yaitu kalau tidak terdapat yang dikejar, atau kalau yang dikejar itu ternyata tidak begitu menyenangkan seperti yang dibayangkan, dan selanjutnya.

Pendeknya, kesenangan hanyalah barang hampa yang hanya indah nampaknya sebelum terpegang, selagi dikejar-kejar, akan tetapi setelah dapat, tidak begitu indah lagi karena kita selalu membanding-banding, kita selalu dipermainkan oleh pikiran kita yang tidak puas akan yang begini akan tetapi selalu menghendaki yang begitu, yaitu yang tidak ada !


Friday, February 11, 2005

PERANG memang merupakan malapetaka yang mengerikan dan menyedihkan. Malapetaka yang telah terjadi semenjak sejarah berkembang sampai pada jaman ini dan pasti akan selalu terulang kembali di seluruh dunia selama manusia belum menyadari bahwa perang adalah akibat dari keadaan diri kita pribadi. Perang yang terjadi di sudut dunia yang lain, biarpun amat jauh dari tempat kita tinggal, tidak terlepas dari keadaan kita sebagai manusia karena sesungguhnya keadaan kitalah yang menimbulkan perang, dimanapun malapetaka itu terjadi.

Apakah yang menimbulkan perang ? Perang adalah konflik, perang adalah pertentangan antara 2 kelompok atau lebih, yaitu kelompok yang dapat saja merupakan bangsa, kelompok suku, kelompok agama, kelompok aliran kepercayaan, kelompok aliran politik, atau kelompok-kelompok yang mengekor dan dipengaruhi oleh para pemimpin yang mempergunakan kelompok itu untuk mencapai cita-cita atau tujuannya.

Konflik terjadi karena masing-masing kelompok mempertahankan kebenarannya. Dan kebenaran yang dipertahankan sesungguhnya hanyalah pengejaran terhadap sesuatu yang menyenangkan diri pribadi belaka. Konflik antara kelompok ini mencerminkan konflik antar manusia, dan konflik antar manusia, Dan seperti telah kita ketahui tadi, konflik terjadi apabila mengejar sesuatu yang kita anggap menyenangkan, yang kita selimuti dengan kata indah dan megah : Kebenaran !

Apakah sesungguhnya sesuatu yang kita kejar-kejar itu ? Sesuatu yang kita kejar tentu saja adalah sesuatu yang belum ada, yang belum terjadi, yang belum berada di dalam tangan kita. Kita selalu mengejar sesuatu yang lain daripada yang telah ada. Kita selalu ingin yang BEGITU, karena kita tidak menghargai lagi yang BEGINI. Yang begitu adalah cita-cita, adalah ambisi, adalah tujuan. Sebaliknya yang begini adalah fakta hidup, keadaan kita yang nyata. Pengejaran akan yang begitu tentu saja membuat yang begini menjadi hilang artinya, hilang kenikmatannya, hilang keindahannya. Dan PENGEJARAN itulah yang menimbulkan konflik, tidak hanya konflik dalam batin sendiri, melainkan mencuat keluar menjadi konflik antar manusia dan membesar lagi menjadi konflik antar kelompok, antar bangsa.

Pengejaran akan sesuatu yang dianggap lebih menyenangkan daripada yang sudah ada, yang kita anggap kebenaran, mengakibatkan bentrokan terjadi, masing-masing pihak mempertahankan “ Kebenaran “ sendiri-sendiri dan terjadilah perang ! Jadi, sumber dari segala bencana, termasuk perang, berada di dalam diri sendiri ! Kita dapat melihat ini dengan jelas, seperti juga melihat bahwa sumber dari segala keindahan dan kebahagiaan juga sudah berada di dalam diri sendiri !

Apapun yang dikejarnya, baik berupa harta benda, kedudukan, kemuliaan, nama besar, kehormatan, dan sebagainya, sesungguhnya berdasarkan pada keinginan untuk menyenangkan diri pribadi. Harta benda, kedudukan, kemuliaan, nama besar dan sebagainya itu tidaklah buruk dan keadaannya merupakan suatu kewajaran, akan tetapi PENGEJARANNYA terhadap semua itulah yang berbahaya, yang menimbulkan perang !


Tuesday, February 08, 2005

PAHLAWAN ! Sungguh merupakan suatu sebutan yang muluk dan terhormat, bahkan mungkin diidamkan oleh semua orang. Siapa yang tidak ingin menjadi orang yang disebut pahlawan, atau setidaknya menjadi keluarga pahlawan ? Seorang pahlawan adalah seorang yang sudah dianggap berjasa untuk Negara dan bangsa, seorang yang perbuatannya patut dijadikan teladan dan dihormati semua orang, dari pembesar yang paling tinggi sampai rakyat yang paling rendah. Akan tetapi, apa dan siapakah sesungguhnya pahlawan ?

Pahlawan hanyalah seorang yang dianggap menonjol dan berjasa bagi suatu pihak, suatu golongan, suatu kelompok, atau suatu bangsa. Seorang yang dianggap pahlawan besar bagi suatu bangsa, belum tentu dianggap pahlawan pula oleh bangsa lain, apalagi kalau bangsa lain ini kebetulan menjadi lawan bangsa yang pertama. Pahlawan dari suatu bangsa mungkin akan dianggap penjahat besar oleh bangsa yang menjadi musuhnya. Dan bukanlah pahlawan itu hanya merupakan suatu sebutan saja, yang diberikan untuk merangsang semangat semua orang yang tenaganya dibutuhkan untuk suatu perjuangan ? Setelah meninggal dunia, makamnya lalu dibikin bagus, dihormati setahun sekali hanya untuk waktu beberapa menit saja, kemudian ditinggalkan dan dilupakan lagi, bersunyi sepi terlupakan di antara kuburan-kuburan lain. Atau keluarganya mungkin akan menerima sekedar sumbangan. Bukankah semua itu hanya merupakan semacam piala atau medali saja bagi orang untuk merangsang orang-orang lain ? Dan orang yang berjuang demi mencari sebutan pahlawan atau keuntungan lain, baik keuntungan benda atau batin, kiranya hanya orang-orang pengejar keuntungan saja namanya.

Seorang pahlawan yang sesungguhnya pahlawan adalah orang yang melakukan sesuatu demi pengabdiannya akan sesuatu yang diagungkan, dimuliakan, tanpa mengharapkan jasa. Berjuta pahlawan di dunia ini, yaitu mereka yang meninggalkan harta benda, keluarga, untuk berjuang membela Negara dan bangsa, tanpa pamrih, kemudian gugur tanpa ada yang mengenalnya. Mati begitu saja, tidak diberi cap pahlawan, tidak dihormati setiap tahun beberapa menit lamanya, tidak memperoleh tunjangan terhadap keluarga yang ditinggalkan. Mereka itulah pahlawan dalam arti yang seluas-luasnya. Semoga damai abadilah bagi mereka itu !


Sunday, February 06, 2005


Meow....my kawabanga wolf u r so cool...u r so adorable meow....yo pussy! now u make me scared with ur eyes on me ^_^ dun staring at me like dat...u makin me not comfortable y' know we arun homo! Meow!!! of couz zorro guuky! just lookin at my best pal meow...gukky???Ic...u r so misurable cat ^0^ Posted by Hello


Saturday, February 05, 2005


heartly friend ^0^ Posted by Hello


Sahabat sehati
Entah kau datang dari mana
Darimana kau berasal
Bagiku semuanya hampa
Yang ada hanya kepercayaan

Selalu ada tempat untukmu
Setiap waktu, seumur hidupku
Bantuan yang tiada akhir
Suka dan duka selalu bersama

Seperti halnya lilin kecil yang
Menerangi ruangan yang gelap gulita
Selalu sehati dan sejati
Aku tidak akan mengecewakanmu
Karena kuselalu percaya padamu
Selalu dan selamanya
Menjadi sahabat sehati.......


Friday, February 04, 2005


Look at us! look at us ppl ^0^ guess wht r we lookin at?but y' know we still dun know wht r we lookin at?! just follow our master command dats all! yup & we r pay 4 dat bro! 3 bones, 3 fish & 2 bottles of milk yo! human!!! they dun know dat we r smarter than him! Posted by Hello


Thursday, February 03, 2005

Petualangan kedua ( bagian dari kisah kehidupan g )

Sekarang g certain petualangan g di kelas 3 SD. G da ga dikurung agi oi ( senengny ^0^ semenjak ada temen dr bonyok g dateng! Pada saat itu g dikeluarin dr rumah, disuruh tidur di luar rumah ( karena g sering kelayapan ampe malam hehe, saking senengny bisa keluar diem2, g lupa waktu jadi ketahuan ^_^ ) nach kejadian itu jem 9.30 malam g dikeluarin, belum ada 10 menit eh, tmn bonyok g datang ( g ditanyain sianny ngapain di luar ? g Cuma diem aza ^_^ gat tau mo ngomong apa hehe < ga mungkin g bilang g diusir dr rumah hehe > ) akhirnya bonyok g keluar, eh langsung bilang sianny ngapain diluar ? lach kok ?? g respon aza ( khn disuruh keluar hehe ) akhirny bonyok g ketahuan & temenny bonyok g ngomong klo itu bukan cara terbaik buat mendidik seorang ank! Untung bonyok g ga certain kenakalan2 g hehe, walhasil g FREE !!!

Petualangan ke-2 ini ( hanya 5 org yg ikut, yg laen pada takut mungkin & ga mo ambil resiko ) kita semua pergi ke rumah tidak berpenghuni ( sebenarny sebuah kantor yg sudah bangkrut & sudah bertahun-tahun tidak dihuni hehe ) akhirny kita semua pergi ( pada saat itu hari Rabu klo ga salah ingat )sekitar jem 7 malam ( ga berani tengah malam agi hehe ), kami semua bawa lampu kecil buat penerangan, kita masuk lewat pintu ( ini masalah g hehe urusan buka pintu ^0^ )akhirny kita masuk, hiiii suasanany serem amat & gelap ( untung rame2 ) kita lalu berpencar, 2 orang di lante dasar sisany di lante 2 ( g bagian di lante 2 ) ternyata ga ada apa2 sampe pada akhirny g jatuh dr lante 2 ( lantainy da rapuh bgt! sial g yg kena! Soalny g yg di depan sich >_< sok berani hehe ) pas g jatuh di lante 2 pas bgt g masuk peti ( di bwh lante dasar ada peti yg kebuka, walhasil g masuk peti & kekunci ! ) 2 org yg bagian lante dasar ngeliat ada peti bergerak-gerak ( itu g ) pada ketakutan ! g minta dibukain malah dibilang setan!!! Akhirnya 2 org yg bagian lante 2 turun pada bilang klo itu g! walhasil mereka berusaha buka! & berhasil ! hik >_< gelap di dlm >_<

Pada akhirny nihil & kita berkesimpulan tidak ada apa2, byk yg diisukan katany ada sosok perempuan rambut panjang dgn pakaian putih selalu berjalan2 di sekitar jendela kaca yg sudah pecah2. tapi kita ga ketemu tuch hehe ^0^ kita disana cuma ½ jam. Makany ceritany sedikit hehe.

Petualangan ke-3 mengenai hal2 seputar gank! Gank g dikejar-kejar ( kelas SD ) am rombongan gank SMP. Klo ketangkap babak belur! Gank g uda berkumpul sampai 23 orang & g da jadi wakil ketua yg ke-2 ! Tunggu cerita selanjutny oketa !


Wednesday, February 02, 2005


hoammmmmm rest in peace now ya! dun know what 2 hamble hamby bro! time 2 go 2 sleep!!!!  Posted by Hello


SANG WAKTU melesat dengan kecepatan kilat, dan hal ini terbukti apabila kita mengenang kembali masa lampau. Demikian cepatnya sang waktu berkelebat sehingga tahun-tahun beterbangan seperti detik-detik saja. Seorang kakek-kakek akan teringat masa kanak-kanaknya seperti baru kemarin saja dan agaknya sukar untuk percaya bahwa waktu kanak-kanak itu telah ditinggalkannya selama puluhan tahun lamanya ! Sebaliknya, kalau kita mengamati dan memperhatikan, waktu merayap seperti siput, perlahan-lahan dan seperti tidak pernah maju.

Sang waktu nampak diam namun bergerak, dan memiliki kekuasaan yang tak terbatas, seperti juga tanah. Waktu menelan dan melahap semuanya, apa saja yang nampak, apa saja yang hidup. Bahkan segala macam perasaanpun ditelannya habis-habis. Kesenangan, kedukaan, apa saja, akan lenyap ditelan waktu, seperti juga tanah yang akhirnya menelan segala sesuatu di dalam perutnya.

Waktu memang memiliki kekuasaan atas diri kita manusia secara mutlak. Hampir seluruh hidup ini kita isi dengan hal-hal yang ada hubungannya dengan waktu, atau yang dikuasai waktu. Kita memisah-misahkan waktu lampau, waktu ini, dan waktu mendatang dan dengan pemisah-pemisahan inilah maka timbul segala macam persoalan di dalam kehidupan kita. Hampir seluaruh perasaan yang menguasai batin dan menimbulkan emosi lahir dari waktu yang mengisi seluruh ingatan kita. Perasaan duka timbul dari waktu karena pikiran mengingat-ingat hal yang telah lalu, membandingkannya dengan waktu kini dan membayangkan keadaan waktu mendatang.

Karena pikiran mengunyah-ngunyah hal yang telah lampau, mengingat-ingatnya kembali, timbullah duka. Karena pikiran membayang-bayangkan hal yang mungkin terjadi di masa depan, timbullah rasa takut, harapan-harapan yang kemudian menimbulkan kekecewaan-kekecewaan atau kepuasan-kepuasan sejenak.

Karena pikiran membayangkan hal-hal yang menimpa diri kita, yang merasa dirugikan lahir atau batin oleh orang lain, timbullah rasa marah, dendam dan kebencian. Batin kita diombang-ambingkan antara masa lampau, masa kini dan masa mendatang, dicengkram oleh waktu !

Melihat kenyataan-kenyataan yang dapat kita rasakan sendiri karena hal ini merupakan suatu kenyataan yang tak terpisahkan dari kehidupan kita masing-masing, timbullah suatu pernyataan yang amat penting : Dapatkah kita hidup terlepas dari cengkeraman waktu ? Tentu saja yang dimaksudkan disini adalah kehidupan batiniah. Kehidupan lahir tentu saja tidak dapat dipisahkan dari waktu. Masuk kantor, sekolah, kuliah, naik kendaraan umum, dan sebagainya memang harus menurutkan jadwal waktu. Akan tetapi dapatkah batin bebas dari cengkeraman waktu, bebas dari pengenangan kembali hal yang lalu, bebas dari harapan-harapan masa mendatang, dan hidup saat demi saat, detik demi detik, hidup SEKARANG ini ? Kalau dapat, jelas bahwa kita akan bebas pula dari duka, kebencian, ketakutan. Mungkinkah bagi kita untuk memutuskan ikatan dengan masa lalu ? Menghabiskan sampai disini saja segala urusan yang telah lalu? Dan tidak membayang-bayangkan, tidak mengharapkan, hal-hal yang belum terjadi? Hidup dan menikmati hidup saat demi saat, menghadapi dengan penuh kewaspadaan dan kesadaran akan segala yang terjadi saat demi saat, seperti apa adanya? Ini merupakan suatu seni hidup yang amat tinggi dan indah. Mari kita coba saja! Bukan dihalangi oleh tanggapan-tanggapan bahwa hal itu sukar, tidak mungkin dan sebagainya. Kita lakukan saja sekarang dan kita lihat bagaimana perkembangannya.


Tuesday, February 01, 2005


Oooo....well...Oooo Boy....No one & Nobody want 2 try playin with my hungry tatty teeth so the last I can do...just bite some ??? dun know bro! whatever!!! nyum nyum tastin good 2 y' know!  Posted by Hello


Cinta asmara adalah pengikatan, dan ikatan antara 2 orang manusia, atau juga antara manusia dengan benda atau dengan gagasan, ikatan seperti ini dapat timbul melalui kebiasaan, melalui pergaulan.

Seseorang yang dekat dengan seseorang lain, yang dapat merasakan banyak kenikmatan dari pergaulannya itu, akan menjadi biasa dan terikat, dan akan sakitlah kalau pada suatu saat ia harus berpisah dari orang lain itu. Baik itu anaknya, istrinya, suaminya, orang tuanya ataupun sahabatnya. Bahkan dengan bendapun dapat menjadi hal seperti itu.

Cinta asamara atau cinta yang timbul karena kenikmatan adalah pengikatan yang timbul dari kebiasaan atau pergaulan yang erat. Kita sejak kecil sudah terbiasa untuk mengikatkan diri kita secara batiniah kepada segala sesuatu yang menimbulkan kenikmatan atau kesenangan. Dan justru ikatan inilah yang menjadi sebab utama dari rasa takut akan kehilangan, dan rasa duka karena perpisahan.


Spiritual Of Wired

___________________________

***Time In DKI Jakarta***

___________________________

 

___________________________

Chi Trova Un Amico Trova Un Tesoro << One Who finds a friend finds a treasure >>

___________________________


___________________________

March 2004 April 2004 May 2004 June 2004 July 2004 August 2004 September 2004 October 2004 November 2004 December 2004 January 2005 February 2005 March 2005 April 2005 May 2005 June 2005 July 2005 August 2005 September 2005 October 2005 November 2005 December 2005 January 2006 February 2006

VIA.Must Read It

* Perasaan Kesepian
* Seminar Pengetahuan Tentang Kesehatan
* Sejarah Etnis China & Islam
* SQ ( Spiritual Quotient )
* Satan Church
* Indigo
* Spirit World
* Rahasia Aborsi
* Gula Pasir Pemanis Yang Membawa Penyakit
* All About Zodiac

___________________________

Kang-Ta

Virus Kang-Ta

psikologi

online
Counter
sum visitor
Free Tell A Friend from Bravenet.com Free Tell A Friend from Bravenet.com

___________________________