Spiritual of wired


Nothing in the world can take the place of persistence. Talent will not; nothing is more common than unsucessful men with talent. Education will not; the world is full of educated derelicts. Persistence and determination alone are omnipotent!

| Home | Download | Blogger | Personal | Free Hosting |

Saturday, May 21, 2005


Hoi guys!!! Thank Lord!!! I have a good news 4 d B-Launcher!!! I got my
second wind 2 carry out the Spirit world journal!!! what a doozie hah? How can
it be...?well...what do u know? I can get up enough nerve to tell them about my
last hell journal y' know!!! u..c...they probably dun...mad at me...4
sure...yah...but never mind...Okay...r u ready for it? The Spirit world journal
will be carry out in June'05!!! uh...maybe I will sorry about d UFO journal
so don't hold your breath yah!!!

Okay...let see...what we got here...? Ooo...yah...so...'cause in a middle
way...I preparing my post journal that coming soon in June & now I'm here...in
fact...I just wanna telling u about my secret about "Coffee" yah it's a
humiliating story to be tell in here...perhaps ^_^

Why I cun get & try some for a cup of coffee?

Y' know what? Coffee makes me falling asleep!!! if u get me one, yah & then I
drinking it ( Oooo...God...coffee man!!!...it...so... tasting sweet 2 me y'
know...I'm so in Heaven!!! why...o...why...I wanna drink it so much, if there s
something not good in ways, what will I do? yah!!! whatever...it can happen 2
me...nah...dun regret it...'cause Lord & "others" protects me!!!...so I'm so on
fire hah!!! ) lol...that's why, I always falling asleep near from d coffee...hehe
^_^ 'cause I cun....get rid off...dude!!! so goober hah!!!

so pliz...give me a cup of coffee!!! but, y 'know what I cun drink it!!!
yah...forbidden for it!!! All the friends & all the family of mine that knew
it!!! they always warn me!!! yup!!! they had forbidden me 4 d right thing!!! but
anyway...thanks u guys!!! I owe u a lot!!! T_T            

au revoir!!!

 Posted by Hello


Wednesday, May 11, 2005


like b4 as well...let see now...I wanna declare somethin 4 all d launcher in blablabla weblog, it just I've been doin 4 d journal 4 almost a year an a half now ( really ? ^_^ )...I decided 2 revoke all d entry hehe k ...just 2 stop organizin d entry 4 a while oketa! Maybe 4 all d joiner in Blablabla will be rally 2 prove dat u love blablabla & wanna...whtever...jk ^0^

however...I wanna endorse about my resignation...so sorry about dis announcement...but d hoodlum is almost got me...jk...nah d real thin I had a bad dispute with my relationship with "others" but dun worry, my promises about d draft title "DUNIA ROH" & "UFO" will be carry out! scan every time! u visit it then u know it..& scrutinize okay...if exist...jk...

I hope 4 all my beloved loyal readers always be a prudent & keep d vigorous 4 all u had read it!!! just 2 remind u...eager always dude...4 dis whisper!!! remem 2 b a high quality fish with turtle view as a dragon mind character yo dude!!! d last I hope all of u can comprehend with my weird behavior in my tongue lol...nah just restless about my fastidious in d lain world!!! hmm...2 bombastic...okay dat means adequate!!! well...thanks 4 ur Assiduous!!! otherwise still ca on October 2005!!!
Au revoir!!!  Posted by Hello

Permintaan dari Abe buat terjemahin ^0^

Seperti sebelumnya ( g pernah umumin di shout box )...hmmm...g mo mengumumkn
sesuatu kpd para peluncur di weblog Blablabla. Hanya saja g da membuat jurnal di
Blablabla hampir 1 1/2 th ( beneran ? ^_^ )...g ambil keputusan tuk mencabut
semua jurnal yg ada hehe becanda...hanya berhenti untuk posting sementara aza
kok ok! mungkin aza para pelanggan di Blablabla bakalan berdemo buat nunjukin
bahwa mereka sayang thd blablabla & mau...terserahlah...cuma bercanda ^0^ 

walaupun begitu...g tetep mengesahkan mengenai pengunduran diri dari
Blablabla...jadi maaf yach atas pengumumannya...tapi penjahat itu hampir
menangkapku...cuma bercanda..aaa yg beneran sich g cuma ada masalah yg buruk
soal percekcokan dengan mereka yg ada hubungan dekat denganku "org2 ( yg sudah
mati )", tapi jangan khawatir, janji2 g mengenai konsep judul " Dunia Roh" &
"UFO" bakalan dilaksanakn!  makanya baca sepintas setiap hari! u datang
nanti bakalan tau maksudnya...& baca yang teliti ok...klo ada...becanda...

g harap para pembaca setia di weblog g selalu menjadi bijaksana & tep menjaga
semangat bagi mereka yang benar2 membacanya!!! cuma pengen mengingatkan
kalian...semangat selalu...kpd pembisik ini!!! Ingat "Jadilah seperti ikan
dengan pandangan seperti kura-kura" sebagai karakter ( pikiran ) Naga nantinya!!! Terakhir g
harap kalian dapat memahami keanehan g dalam cara g berkata lol..aaa sebenarnya
cuma gelisah aza gara2 sikap cerewet g di dlm dunia internet ( Blablabla)!!!
hmm..terlalu muluk-muluk yach kata-katanya...ok itu berarti cukup ampe sini!!!
baik klo begitu...terima kasih atas perhatiannya!!! jadi sampai ketemu bulan
Oktober 2005!!!Selamat Tinggal!!!



Tuesday, May 10, 2005

Ravenclaw
You are a Ravenclaw!

If you take this image, please link back to my quiz
on the preceding page. Thank you!


What House are you at Hogwarts? Harry Potter!
brought to you by Quizilla


Monday, May 09, 2005

Bukan hanya kita saja, melainkan hampir semua manusia di
dunia ini selalu haus akan kepuasan, selalu mengejar-ngejar sesuatu yang
dibayangkannya sebagai hal yang menyenangkan.

Pengejaran sesuatu yang menyenangkan ini, kalau berhasil,
memang dapat mendatangkan kepuasan.  Akan tetapi, apakah artinya kepuasan ?
Dapat kita rasakan sendiri bahwa kepuasan hanya terasa selewat saja. 
Pengejaran akan sesuatu, baik "sesuatu" itu merupakan benda ataupun gagasan,
sudah pasti disebabkan karena si pengejar, yaitu si aku atau pikiran yang
membayangkannya, membayangkan adanya kesenangan yang didapat pada sesuatu yang
dikejar-kejar itu.  Kepuasan adalah terpenuhinya keinginan itu, lalu
dilanjutkan dengan kenikmatan kesenangan yang didapat itu.  Namun, seperti
juga kepuasan yang hanya dapat dinikmati sejenak saja, demikianpun kesenangan
ini tidaklah bertahan lama.  Segera tempatnya diduduki oleh kebosanan akan
sesuatu yang tadinya dikejar-kejar itu, dan pikiran yang tak pernah mengenal
puas akan membayangkan kesenangan dalam pengejaran sesuatu yang lain lagi, yang
dianggap lebih berharga, lebih nikmat, lebih berbobot dan sebagainya. 
Sesuatu yang pertama tadi, yang dikejar-kejarnya setengah mati, kalau perlu
berebutan dengan orang lain, akan menjadi sesuatu yang pertama itu telah merosot
atau berubah mutu dan nilainya, melainkan si aku yang tidak memberinya nilai
lagi, karena si aku telah tertarik oleh sesuatu yang kedua.

Dan kitapun terseret dan hanyut oleh keinginan yang tiada
akan ada habisnya selama kita masih hidup.  Mata ini tidak pernah memandang
apa yang berada di dalam jangkauan kita, melainkan selalu memandang jauh ke
depan.  Yang berada di tangan takkan pernah dapat dinikmatinya dan yang
dianggap indah, menyenangkan dan nikmat selalu adalah yang berada jauh di depan,
yang belum terjangkau.  Dan semua ini disebut dengan kata-kata indah, yaitu
cita-cita !  Adapula yang menamakannya kemajuan.

Padahal, keindahan itu terdapat dalam keadaan sekarang ini,
yang berada di depan kita, yang kita rasakan setiap saat.  Karena tidak
pernah mengamati yang "ini", selalu mencari-cari dan memandang kepada yang "itu",
maka hanya yang begitu sajalah yang indah, sedangkan yang begini sama sekali
tidak nampak lagi.  Kita sudah sedemikian mabok oleh cita-cita, oleh
angan-angan kosong, oleh gambaran-gambaran yang kita buat sendiri, sehingga
kehidupan kita tidak pernah bersentuhan dengan kenyataan.  Kita keenakan
bermimpi membayangkan yang indah-indah, yaitu yang belum ada dan dengan demikian
kita seolah-olah buta akan keindahan yang terkandung di dalam apa yang sudah ada.

Inilah sebabnya mengapa kita selalu menganggap bahwa buah
mangga di kebun orang lain nampak lebih nikmat daripada mangga di kebun sendiri
( well 4 m exactly...my mother garden's alwaz d best taste..der r plenty of kind
of fruits, vegetables, flowers...uc...I swear 2 Lord & my descendants dat I must
be a good gardener & kuliner someday ya dat will do yup someday d will fr my
beloved Mother join with m 4 good  ^0^ hey dat's really inconsequential
word !!! nah...) ok next...Dapatkah kita melihat kenyataan saat ini terlewatkan
begitu saja dan tersia-sialah hidup ini ? 




cute little puppies!!! Maybe someday...or...perhaps..3 of those puppies will be indigo puppies ^0^ hoax!!!  Posted by Hello


Sunday, May 08, 2005

Mengatasi Kemarahan ( Anger )

Kita selalu hidup dengan konflik batin yang tiada hentinya. 
Konflik antara apa yang ada dengan apa yang kita inginkan.  Keadaan dan
kenyataannya begini, kita ingin begitu.  Kita susah, kita ingin melenyapkan
kesusahan itu, kalau kita marah, kita ingin tidak marah dan kita ingin sabar. 
Kita membenci, demikian kenyataannya, namun kita ingin tidak membenci. 
Kita melihat betapa kita dengki dan iri, akan tetapi kita ingin agar tidak
demikian, dan masih banyak lagi pertentangan yang terjadi setiap saat di dalam
batin kita.

Konflik ini menghamburkan kekuatan batin, konflik ini membuat
kita lemah.  Bahkan konflik ini memperkuat hal yang buruk itu.  Kalau
kita marah dan kita ingin agar tidak marah dan bersabar, maka keinginan itu
sendiri menjadi minyak yang akan menghidupkan terus kemarahan itu !  Kita
tidak melihat bahwa marah dan keingin sabar itu sama saja, timbul dari si aku
juga, si aku yang selalu ingin enak, ingin senang.  Aku marah karena aku
merasa dirugikan, dan aku melihat betapa merugikan marah itu, maka aku ingin
tidak marah dan ingin sabar, tentu saja dengan pengertian bahwa sabar itu baik
dan menguntungkan !

Dalam keadaan marah, mana mungkin sabar ?

Kalau toh kemarahan itu mereda, hal itu hanya karena
pemaksaan diri.  Pemaksaan macam ini tidak melenyapkan api kemarahan,
melainkan hanya menutupinya saja untuk sementara.  Nampaknya saja lenyap,
namun api kemarahan itu belum padam, seperti api dalam sekam, sewaktu-waktu akan
bernyala lagi bahkan lebih besar dan kuat !  Kenapa kita tidak mau hidup
dan menghayati apa adanya, saat demi saat ?  Kalau kita marah, kenapa kita
tidak memasuki kemarahan itu, kenapa kita tidak membiarkannya saja sewajarnya
dan kita mengamatinya, mempelajarinya, merasakannya, dengan penuh perhatian dan
kewaspadaan? Kenapa harus lari dari padanya? 

Kemarahan adalah kita sendiri, betapa mungkin kita lari dari
diri sendiri?  Pelarian bukanlah untuk mengatasi kemarahan.  Akan
tetapi kalau ada pengamatan terhadap diri sendiri waktu marah, maka pengamatan
inilah yang akan melenyapkan api kemarahan, lenyap bukan dipaksa lenyap atau
ditutupi, melainkan lenyap sama sekali.
  Dan kalau sudah tidak ada lagi
api kemarahan di dalam batin, apakah kita perlu untuk bersabar lagi ?  Yang
penting adalah lenyapnya kemarahan dari sumbernya, bukan menutupinya dengan
kesabaran yang dipaksakan.  Demikian pula dengan duka, takut dan sebagainya. 
Sumber semua perasaan itu berada di dalam diri sendiri, oleh karena itu
penyembuhannyapun dalam diri sendiri, bukan diusahakan dari luar.  Siapakah
yang menyuruh kita takut, susah, marah, dan sebagainya ?  Tidak ada bukan ? 
jelas, rahasia sumbernya berada di dalam diri sendiri dan karena itu, untuk
mempelajarinya dan mengatasinya, penyelidikan harus ditujukan ke dalan diri
sendiri pula.  Kita yang susah, kita yang marah, kita yang takut, jadi
kitalah yang harus diselidiki !  Dengan pengamatan setiap saat, pada saat
kita marah, pada saat kita susah, pada saat kita takut dan seterusnya. 
Setiap saat !




Hmmm....smellin good ei.....wanna try some? Posted by Hello


Saturday, May 07, 2005

FENOMENA ANAK INDIGO

Banyak anak-anak istimewa lahir di milenium baru ini dengan berbagai
kelebihan supranatural. Mereka kebanyakan mempunyai kepekaan indera
keenam, melebihi anak seusianya. Anak indigo, demikian mereka biasa
disebut, ternyata mempunyai misi khusus di dunia ini. Apakah anak
indigo itu dan misi yang mereka emban ?

Beberapa waktu yang lalu, beberapa media massa ibu kota mengulas
habis seorang anak "sakti". Gadis cilik bernama Annisa itu sangat
mengagumkan dalam menunjukkan kelebihan olah bathinnya. Bocah
berusia
5 tahun tersebut begitu luar biasa menguasai bahasa asing seperti
Inggris, Arab, atau Belanda. Padahal secara informal orang tuanya
tidak pernah mengajarkan bahasa-bahasa tersebut. Bahkan kecerdasan
anak ini di atas rata-rata anak seusianya. Akibat kelebihan yang
satu
ini, membuat Annisa tidak bisa sekolah secara formal seperti
kebanyakan anak. Kecerdasannya yang melebihi teman sekelasnya,
membuat dia tidak betah belajar di kelas.

Secara spiritual, Annisa juga mempunyai kelebihan. Dia sanggup
menyembuhkan berbagai penyakit. Setiap hari ada saja orang datang
untuk minta pertolongan. Jangan heran jika kemudian dia menjadi
instruktur sebuah klub meditasi. Malam-malam si kecil ini juga
selalu
dilewatkan dengan ritual meditasi. Rata-rata Annisa baru tidur pukul
02.00 dini hari, setelah meditasi yang panjang. Dengan olah
bathinnya
tersebut, Annisa mampu mendeteksi hawa jahat di udara. Di mana ada
hantu atau kekuatan jahat lainnya, Annisa sanggup melihatnya.

TAHAPAN ZAMAN

Annisa hanya satu contoh saja. Ada banyak anak-anak demikian yang
saat ini telah terlahir. Anak-anak dengan kemampuan seperti Annisa
bukan hal yang baru di dunia tetapi fenomenanya semakin jelas 20
tahun terakhir ini. Beberapa film mengisahkan kemampuan anak dan
manusia dewasa dengan kemampuan semacam itu, diantaranya "The Sixth
Sense" dan film-film seri seperti "The X – Files". Bahkan menurut
dr.
Tubagus Erwin Kusuma Sp KJ dari klinik Prorevital, fenomena anak
dengan kepekaan indera keenam sangat wajar saat ini. Ada satu
istilah
untuk menyebut anak-anak ini yaitu anak indigo (indigo children)

Mengawali penjelasannya, dr. Erwin menerangkan, nama indigo diambil
dari bahasa Spanyol. Indigo adalah warna keenam dari warna pelangi,
campuran biru dan merah tua. Lantas mengapa dinamakan anak
indigo ? "Penamaan berdasarkan warna ini diurutkan sesuai dengan
perkembangan manusia. Seperti spektrum warna pelangi, perkembangan
manusia juga ditandai dengan satu oktaf warna. Dimulai dari masa
merah, jingga, kuning, hijau, biru, ungu, indigo (nila) dan putih."
Urai dr. Erwin.

Warna-warna tersebut mewakili cakra-cakra yang terdapat dalam tubuh
eterik manusia. Cakra ini semacam corong energi yang letaknya di
seluruh bagian tubuh, dari tubuh bagian bawah sampai kepala. Cakra
berwarna merah berada paling bawah dan cakra berwarna putih di
bagian
paling atas atau ubun ubun kepala. Cakra ini berfungsi untuk
menyerap
energi dari luar atau memancarkan energi dari dalam tubuh.

Pada awal perkembangan manusia, cakra yang paling aktif adalah cakra
berwarna merah. Pada jaman cakra merah manusia sangat aktif, manusia
masih hidup nomaden di gua-gua, makan dari daging binatang buruannya
tanpa dimasak dan sebagainya. Kebutuhan dasar manusia pada jaman
tersebut hanya seputar survival saja. Manusia masih hidup
mengandalkan insting dasar mereka. Pada masa inilah awal
diketemukannya api.

Perkembangan selanjutnya cakra tubuh manusia mulai aktif di sekitar
cakra berwarna kuning. Cakra ini terletak di bagian perut. Manusia
mulai menyadari arti penting dari movement. Kadang mereka harus
bergerak dari kampung suku yang lama membuat kampung suku yang baru.
Dalam kebutuhan bergerak ini kadang mereka harus membawa barang yang
tidak sedikit. Jaman-jaman mereka melakukan eksodus disebut jaman
kuning. Dalam jaman ini perkembangan teknologi sederhana seperti
roda mulai ditemukan, namun kecerdasan manusia belum mengalami
kemajuan berarti.

Lepas dari jaman kuning, manusia mulai memasuki masa biru. Cakra
berwarna biru yang terletak di tubuh bagian atas (antara leher dan
dada) lebih dominan. Manusia yang lahir pada jaman biru mempunyai
kelebihan pemikiran. Orang sudah mulai menggunakan nalarnya. Pada
masa biru, ilmu dan teknologi berkembang luar biasa. Bahkan boleh
dibilang jaman ini adalah jaman revolusi teknologi. Mesin-mesin
mulai
bermunculan. Bola lampu, listrik atau penemuan besar yang menjadi
awal peradaban modern dunia dimulai pada masa biru. Masa ini juga
ditandai dengan lahirnya para ilmuwan semacam Einstein, Thomas Alfa
Edison, James Watt, dsbnya.

Lepas jaman teknologi atau masa biru, manusia mulai memasuki jaman
spiritual. Jika sebelumnya manusia hanya berkutat seputar fisik dan
otak, kini manusia mulai masuk jaman yang menuntut sesuatu yang
abstrak. Spiritual manusia mulai diasah. Cakra manusia mulai
bergeser
ke atas, tepatnya di dahi. Di sinilah terletak cakra keenam manusia
yaitu cakra yang berwarna indigo. Warna indigo ini adalah
percampuran
warna biru dengan merah. "Di atas satu oktaf cakra manusia masih ada
satu oktaf lagi. Di atas warna ungu, orang sering sebut ultra ungu.
Gabungan warna biru dengan merah dari oktaf warna atas inilah muncul
warna nila atau indigo, " jelas dr. Erwin.

ANAK-ANAK ISTIMEWA

Sesuai dengan perkembangan manusia sejak awal penciptaan, kelahiran
anak indigo memang sudah menjadi sebuah kepastian. Ketika memasuki
tahun 2000 di kalender masehi, kita memasuki milenium baru. Namun
dari sudut perkembangan manusia, tahun 2000 menjadi titik tolak
memasuki new age, jaman baru. Jaman yang disebut jaman spiritual
atau
jaman indigo. Para psikolog yang mendalami fenomena anak-anak indigo
seperti dr. erwin menyebut milenium ini sebagai milenium spiritual.
Seperti halnya pada jaman biru yang ditandai dengan kelahiran anak-
anak berotak cemerlang, milenium spiritual juga ditandai dengan
kelahiran anak-anak yang mempunyai kelebihan spiritual. Anak-anak
yang baru lahir ini mempunyai cakra dominan warna indigo. Sebutan
anak indigo diberikan oleh Nancy Ann Tappe, seorang psikolog yang
mendalami anak-anak demikian ini.



Karena cakra yang dominan pada bagian dahi, jika cakra tersebut
divisualkan, seolah anak indigo mempunyai mata ketiga. Namun pada
realitas spiritual, anak indigo memang mempunyai mata ketiga. Dengan
mata ketiga atau mata spiritual ini, anak indigo sering kali disebut
orang awam sebagai anak sakti. Mereka sanggup melihat masa lalu
bahkan masa depan. Dengan kemampuannya, mereka dapat melihat mahluk
atau barang yang tak kasat mata seperti ruh misalnya. Dalam istilah
ilmiah mereka mempunyai ESP (Extra Sensory Perception), yang dalam
bahasa sehari-hari kita sebut indera ke-enam.

Meski secara fisik anak indigo tidak berbeda dengan bocah-bocah
lainnya, namun secara spiritual ruh mereka telah mengalami
kematangan. Tidak heran jika mereka ini kedapatan sangat bijak.
Kadang berbicara seperti orang tua dengan hikmat luar biasa.
Menasehati orang yang lebih tua dengan kata-kata bijak yang tidak
mungkin diucapkan oleh bocah seusianya. Bahkan orang tuanya
sekalipun
kalah bijak dengan anak indigo ini. Lalu kenapa ada anak terlahir
dengan kematangan spiritual melebihi orang awam ? Semua bertolak
dari
proses reinkarnasi. Para psikolog yang mendalami masalah indigo
percaya, proses reinkarnasi benar-benar ada. Anak-anak indigo ini
adalah adalah ruh yang telah berkali-kali mengalami inkarnasi. Lewat
proses inkarnasi yang berulang inilah ruh-ruh mereka belajar dan
mengalami penuaan jiwa (old soul). Tidak heran jika kemudian anak-
anak dengan old soul ini sanggup melihat masa lalunya sendiri atau
kehidupan past life orang lain. Dr. Erwin mencontohkan, seorang anak
indigo telah melihat masa lalunya sebagai orang Amerika yang dahulu
meninggal karena pesawatnya jatuh.

EVOLUSI SPIRITUAL

Terlepas dari segala kelebihan anak – anak indigo, mereka diyakini
datang ke planet ini dengan membawa misi. Seperti halnya para
ilmuwan
di jaman biru yang merobah dunia dengan teknologi, anak indigo akan
merombak dunia dengan terlebih dahulu menata spiritual manusia.
Seperti diketahui, dalam kehidupan beragama setiap umat mempunyai
dimensi spiritual yang dirayakan dengan cara-cara yang disebut
ritual. Ada kalanya ritual ini malah bertentangan dengan esensi /
hakekat spiritual itu sendiri seperti cinta kasih, perdamaian,
kejujuran, tolong menolong, dll. Kadang dalam ritual agama, ada
pandangan yang menghalalkan darah dari kelompok lain, mengkafirkan
orang lain, mengorbankan darah, berperang atas nama agama, dll. Di
sinilah peran anak-anak indigo untuk membereskan semua ini. Tatanan
yang tidak sesuai dengan esensi spiritual akan dirombak sampai
akhirnya muncul masa kedamaian.

Sebelum masa milenium spiritual dimulai, sebenarnya sudah lahir anak-
anak indigo. Namun jumlahnya tidak sebanyak sekarang. Mereka saat
ini
berumur 30-an tahun dan sering disebut "van guard" (pendahulu).
Layaknya sebuah pasukan, van guard ini menjadi intel. Mereka membaca
keadaan dunia sebelum akhirnya lahir anak-anak indigo dalam jumlah
yang banyak di berbagai belahan bumi. Anak-anak indigo ini menjadi
pasukan "penyerang". Dengan kematangan spiritual yang dimiliki,
meerka merombak tatanan sosial yang rusak. Perilaku umat manusia
yang
mengabaikan sifat-sifat mulia Sang Pencipta perlahan-lahan akan
dikikis habis. Pekerjaan anak indigo ini akan berakhir dengan
munculnya kedamaian di seluruh bumi. Namun proses perkembangan jaman
belum usai. Anak-anak indigo hanya mempersiapkan jalan bagi
munculnya
era berikutnya. Setelah keberhasilan "pasukan penyerang" ini,
muncullah anak-anak kristal (Crystal Children).

Anak kristal menjadi semacam "pasukan pendudukan". Mereka mempunyai
kelebihan layaknya indigo children namun tidak mempunyai daya untuk
melawan. Tugas mereka adalah menjaga perdamaian dan membangun segala
sesuatu yang rusak akibat pertempuran anak indigo dengan tatanan
dunia lama. Dalam usianya yang masih sangat belia, anak kristal
bijak
laksana pandita. Tidak ada kata-kata kasar, makian, umpatan yang
keluar dari mulut mereka. Mereka hanya mempunyai kemampuan
membangun.
Seperti van guard indigo, anak-anak kristal juga mempunyai van
guardnya sendiri. Menurut dr. Erwin, seorang anak kristal telah
terlahir di China dari seorang ibu yang terjangkit HIV/AIDS.
Ajaibnya
dalam usia 6 bulan, virus HIV yang menjangkiti anak kristal ini
hilang dengan sendirinya.

Ada 4 tipe anak indigo dengan kelebihan masing-masing. Tipe pertama
adalah tipe interdimensional yakni anak indigo yang memiliki
ketajaman indera keenam. Ada pula tipe artis. Anak indigo dari tipe
ini amat menonjol di bidang seni dan sastra. Lalu tipe humanis yang
mempunyai kelebihan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Biasanya
mereka menggunakan kemampuannya untuk menolong orang lain. Tipe
terakhir adalah tipe konseptual. Mereka amat menonjol dalam
merancang
suatu program. Misalnya dalam rangka menyelamatkan perusahaan yang
akan bangkrut atau membuat usaha baru yang booming dan mandatangkan
keuntungan finansial bagi banyak orang.

BISA DILATIH

Tapi apakah kemampuan spiritual anak indigo bisa dipelajari ? Khusus
untuk kemampuan indra keenam mereka, dr. Erwin memastikan bisa.
Menurutnya manusia diciptakan dalam 3 bagian. Pertama diciptakan
dalam bentuk ruh yang menjadi dasar kehidupan manusia. Lalu ruh ini
dibuatkan solar body (tubuh matahari). Disebut tubuh matahari karena
memang terbuat dari energi cahaya matahari. Tubuh matahari inilah
yang sebut tubuh cahaya, tubuh eterik atau tubuh halus, karena tidak
terlihat oleh mata biasa. Tubuh halus ini kemudian divisualkan
dengan
tubuh kasar manusia.

Dengan menggunakan kemampuan tubuh halus, manusia bisa memperoleh
indera keenam. Dengan latihan khusus, anak biasa pun bisa
memancarkan
aura indigo. Disinilah kelebihan anak indigo. Mereka secara otomatis
memancarkan aura indigo sejak lahir. Inti latihan kepekaan tubuh
halus ini selalu bermuara pada relaksasi, mengistirahatkan tubuh
kasar kita. Bisa dengan yoga, meditasi atau kegiatan sejenis. Dalam
kegiatan ini sebenarnya kita berlatih untuk mengenal diri sendiri
dan
Sang Pencipta secara spiritual, tanpa terbelenggu oleh ritual
tertentu. Namun anda jangan berharap kesaktian lebih dari latihan
semacam ini karena kepekaan indera keenam seseorang tidak sama
dengan
orang lain. Ada yg peka sampai bisa melihat, mendengar, ada yg bisa
meraba atau berkomunikasi melalui tulisan.

Pada anak kecil yang non indigo, sebenarnya mereka pun mempunyai
kepekaan indera keenam. Namun kepekaan ini berkurang seiring dengan
penggunaan otak kiri yang mulai intens, biasanya pada saat masuk
sekolah. Sekolah-sekolah di Indonesia mengikuti pelajaran ala Barat.
Dari awal masuk sekolah sudah diajari olahraga (otot) dan matematika
(otak). Padahal sistem pendidikan kita dulu berbeda dengan mereka.
Dahulu selain otot dan otak juga diajari kata-kata mutiara dan
samadhi (relaksasi, mengistirahatkan otot dan otak). Tujuannya tetap
menjaga kepekaan indera keenam. Itulah sebabnya kadang kala ada
dukun
yang memanfaatkan anak kecil untuk mendeteksi letak mahluk halus
atau
melihat perbuatan seseorang di masa lampau lewat ritual yang
dilakukan si dukun.

Dikutip dari majalah LIBERTY 11-20 April 2005


SUATU hari di paruh Desember 1997. Di dalam tidurnya yang tenang, Andrean Ganie Hendrata tiba-tiba terbangun. Ada semacam ketakutan yang baru dilihatnya. Keringat dingin merembes dari pori-pori kulitnya yang kuning. Wajahnya yang kalem seketika berubah sedih. Kedua pipi bocah berusia enam tahun itu basah oleh air mata. Ia tak kuasa membendung kesedihannya.

Di dalam mimpinya itu, Andrean melihat sebuah kota ingar-bingar. Banyak rumah dan mobil terbakar, tangan-tangan mengepal, perempuan menjerit-jerit, dan kaum pria dipukuli tanpa sebab jelas. Ia tak tahu kapan dan di mana peristiwa dalam mimpinya itu terjadi. Yang pasti, "Mimpi serupa terjadi selama dua minggu berturut-turut," Lianny Hendranata, ibu Andrean, menuturkan.

Mimpi mengerikan yang bertubi-tubi selama dua pekan itu membuat fisik Andrean makin loyo. Dan, bocah kurus itu akhirnya jatuh sakit. Tapi Lianny menyadari sepenuhnya bahwa anaknya tidak sakit sembarangan. Itu sebabnya, dia tidak membawa anaknya ke dokter. Si ibu justru mengundang pendeta untuk mengobati jiwa anaknya.

Sang pendeta pun datang. Ia membaca doa-doa di tepi pembaringan Andrean. Terasa simpel, tapi berhasil. Sebab, hari-hari berikutnya Andrean tak pernah lagi bermimpi buruk tentang sebuah kota yang tercabik-cabik anarkis. Kesehatannya kembali pulih.

Enam bulan sejak mimpi itu berlalu, Jakarta dilanda kerusuhan hebat. Penjarahan, pembakaran, penganiayaan terjadi pada Mei 1998. Tragedi itu ditayangkan oleh semua stasiun TV. Saat itulah ingatan Andrean kembali "dibangunkan". Sembari menunjuk ke arah pesawat televisi, ia bilang: "Ma, itu yang aku lihat di mimpiku dulu!"

Sejak lahir, Andrean sudah menunjukkan kemampuan indra keenamnya. Malah, sejak bayi dia terbiasa melihat makhluk yang tak terlihat oleh indra biasa. Setelah besar, kemampuan Andrean makin sempurna. Kadang-kadang ia melihat sebuah benda bisa bergerak sendiri. "TV yang sudah dimatikan tahu-tahu bisa menyala kembali," kata Andrean, yang kini duduk di kelas I SMP Slamet Riyadi, Cijantung, Jakarta Timur.

Dengan daya kelebihannya itu, oleh orangtuanya, Andrean difoto aura. Dan, hasilnya berbeda dengan anak umumnya. Aura Andrean berwarna nila. Saat ia dites, IQ-nya di atas 120. Itulah beberapa pertanda bahwa si empunya nama masuk dalam kategori anak indigo.
Andrean adalah bungsu dari tiga bersaudara pasangan Ganie Hendranata, 64 tahun, dan Lianny Hendranata, 45 tahun. Sehari-hari Hendranata bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang percetakan. Rupanya, tak hanya Andrean yang indigo. Kedua kakaknya, Imelda, 21 tahun, dan Raymond, 17 tahun, juga sama. Begitu pula Lianny.

Satu keluarga yang terdiri lima orang, empat di antaranya indigo, tentu seru. Mereka bisa bertelepati satu dengan lain. Suatu hari, misalnya, Imelda ingin memiliki sarung tangan warna merah. Tapi harganya mahal. Sang ibu menyarankan agar si sulung mencari sarung tangan yang murah saja. Rupanya, setelah mencari sekian lama, si anak tak berhasil menemukan sarung tangan merah berharga murah.

Tak berhasil bukan berarti memupuskan harapan. Imelda terus berjuang dengan caranya sendiri. Yaitu menciptakan keinginannya melalui otak: "Aku mau sarung tangan warna merah. Nggak tahu gimana caranya; aku harus punya sarung tangan warna merah."

Beberapa hari kemudian, Raymond yang pulang dari Yogyakarta membawa oleh-oleh berupa sarung tangan warna merah buat kakaknya. "Masak, setiap aku masuk toko, kuping selalu berdengung; ada yang minta sarung tangan merah," kata Lianny, yang juga terimbas telepati anaknya itu.

Anak-anak berkemampuan indra keenam tentu bukan hal baru. Simak saja film layar lebar bertitel The Sixth Sense, yang beredar tahun 1999. Film ini bercerita tentang anak punya daya linuwih yang diperankan Haley Joel Osment, dan psikolog anak Bruce Willis. Di layar TV juga ada film seri The X-Files (pemeran utamanya Gillian Anderson dan David Duchovny) dan The Profiler (Ally Walker sebagai pemeran utama). Baik film layar lebar maupun film seri televisi itu sangat diminati penonton.

Adapun istilah indigo berasal dari bahasa Spanyol yang berarti nila. Warna ini merupakan kombinasi warna biru dengan ungu. Warna-warna tersebut diidentifikasi lewat cakra di tubuh. "Letak indigo ada di kening, persisnya antara cakra leher yang berwarna biru dengan cakra puncak kepala yang berwarna ungu," kata Dr. Tb. Erwin Kusuma, SpKJ, psikiater anak dengan pendalaman di bidang kesehatan mental spiritual, kepada GATRA.

Prinsipnya, cakra memiliki spektrum warna mulai merah sampai ungu; seperti spektrum warna pelangi. Cakra leher (ada yang menyebut cakra tenggorokan) yang berwarna biru adalah wilayah yang tertandai berdasarkan penggunaan penalaran dengan optimalisasi fungsi otak. "Indigo berada di atasnya, bersifat spiritual," ujar Erwin yang juga indigo.

Dengan asumsi tersebut, menurut Erwin, anak indigo bisa ditandai cerdas dan kreatif, karena dia sudah melalui cakra leher yang berwarna biru. Dalam kondisi sudah melewati biru, maka dia masuk dalam kategori indigo, baik secara mental maupun spiritual. Bila difoto aura, seakan-akan tampak memakai serban dengan warna biru. "Hanya saja, saat ia lahir, jasmaninya kecil, tidak sematang mental dan spiritualnya," Erwin menambahkan.

Ciri-ciri lain yang mudah dikenali adalah punya kemampuan spiritual tinggi. Anak indigo kebanyakan bisa melihat sesuatu yang belum terjadi atau masa lalu. Bisa pula melihat makhluk atau materi-materi halus yang tidak tertangkap oleh indra penglihatan biasa. "Kemampuan spiritual semacam itu masuk dalam wilayah ESP (extra-sensory perception) alias indra keenam," papar Erwin.

Kemampuan ESP, menurut Erwin, bisa menjelajah ruang dan waktu. Ketika tubuh anak indigo berada di suatu tempat, pada saat bersamaan ia tahu apa yang terjadi di lokasi lain. Itulah yang disebut kemampuan menjelajah ruang. "Ketika dia berbicara sekarang, tentang suatu peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang, ini yang disebut menjelajah waktu," katanya.

Anak indigo biasanya banyak bertanya, dan orangtuanya akan kewalahan menjawab. Umpamanya, kenapa harus begini, kenapa harus begitu. Dia akan merasa heran untuk beberapa hal, yang dirasa tak masuk akal. "Kenapa harus sekolah berjam-jam?" Erwin mencontohkan pertanyaan seorang anak indigo kepada ibunya.

Jika orangtua tak mengerti bahwa anaknya indigo, umumnya si anak cenderung memberontak, agresif, dan nakal. Tak sedikit yang kemudian bentrok dengan kehendak orangtuanya. "Jika orangtua masih otoriter membatasi aktivitas spiritual anak indigo, si anak pasti akan berontak," lanjut Erwin. Karena itu, para orangtua mesti menjawab impresi-impresi yang dikemukakan si anak.

Tak hanya psikiater seperti Dr. Erwin yang menangani anak-anak indigo. Spiritualis Leo Lumanto, yang mengasuh acara "Percaya Nggak Percaya" di Antv, sudah enam tahun ini berinteraksi dengan bocah indigo. Saat ini, dia membimbing tiga anak indigo. Bimbingannya tidak berbentuk terapi khusus. Bocah itu hanya sering diajak berdialog saat mengikuti orangtuanya dalam acara pengajian di kediaman Leo, di kawasan Bintaro, Sektor IX, Tangerang, Banten.

Orangtua mereka berkonsultasi ke Leo, umumnya setelah melalui perjalanan panjang dari psikiater sampai ke paranormal. Sikap anak indigo yang terbilang unik menyebabkan orangtua mereka kerap menyangka anak-anak ini hiperaktif sehingga perlu dibawa ke psikiater. Ada juga yang beranggapan anaknya jadi "aneh" karena gangguan dari alam lain. "Dianggap ada yang nempel," kata Leo.

Berhubung sudah dipersepsikan seperti itu, si anak biasanya dibawa ke paranormal untuk "dibereskan" dari urusan dengan dunia lain yang diakrabinya. Dalam pandangan Leo, anak indigo bukanlah bocah yang ketempelan jin atau sejenisnya. "Ini merupakan kehendak Allah yang tidak bisa kita sangkal," Leo menyimpulkan.

Selain ciri-ciri yang ditunjukkan Dr. Erwin, menurut Leo, ciri lain anak indigo adalah suka menyendiri. Begitu berada pada suatu situasi atau lingkungan baru, anak indigo akan mencermati keadaan sekelilingnya dengan sangat teliti. Kemampuan mereka mengenal suasana dan individu luar biasa. "Walaupun terkadang mereka terlihat acuh tak acuh, sebenarnya di balik itu mereka paham apa yang sedang terjadi," papar Leo. "Kepekaan spiritual pada anak indigo benar-benar merupakan hidayah dari Allah," Leo menegaskan.

Psikolog dari Universitas Padjadjaran, Bandung, Dra. Sawitri Supardi Sadardjoen, menyarankan kepada para orangtua untuk "menormalkan" anak-anak berdaya linuwih ini. Sawitri justru menyarankan untuk "menumpulkan" kemampuan si anak. Caranya? "Dengan memberi pengertian bahwa apa yang diketahui si anak itu semata-mata faktor kebetulan," katanya.

Selain karena khawatir si anak tersiksa dengan kelebihan yang dimiliki, Sawitri beralasan bahwa kemampuan itu akan membuat anak menjadi tidak realistis dan malas. "Kalau mereka konsentrasi dengan memusatkan energi, mereka bisa membayangkan soal-soal yang akan keluar dalam ujian. Ini bisa membuat mereka jadi malas belajar," tutur Sawitri.

Lain lagi pendapat Prof. Dr. dr. H. Soewardi, MPH, SpKJ. Spesialis penyakit jiwa di Rumah Sakit Sardjito, Yogyakarta, ini mewanti-wanti bahwa anak-anak indigo mesti disikapi secara hati-hati, terutama oleh lingkungan sosial dan keluarganya. "Sebenarnya gejala tersebut adalah gejala ketidakwajaran," kata Soewardi kepada Puguh Windrawan dari GATRA.

"Keajaiban" anak indigo itu terjadi, menurut Soewardi, karena ada kesalahan dalam kinerja otaknya. "Lebih tepat dikatakan bahwa sistem kerja otaknya terganggu," ujarnya. Hal inilah yang menimbulkan ketidakwajaran. "Dalam sistem limbik otak, terutama neurotransmiternya, terganggu. Ini yang harus diupayakan kesembuhannya," Soewardi menambahkan.

Oleh sebab itu, masih kata Soewardi, anak indigo jangan terlalu diistimewakan. Ia menyarankan agar mereka diperlakukan secara wajar supaya perkembangan jiwanya tidak terganggu. Perlakuan itu, menurut Soewardi, juga bisa mempercepat kinerja otak anak indigo agar berfungsi seperti sedia kala. "Anak indigo itu tidak normal alias sakit," katanya.

Untuk kesembuhannya, antara lain, dilakukan melalui terapi, termasuk terapi religius. "Terapi melalui agama juga bisa dilakukan," kata Soewardi. "Jangan disembuhkan melalui cara-cara pengobatan yang aneh-aneh atau di luar medis," Soewardi mengingatkan.

Pandangan Soewardi itu berbeda dengan Erwin yang menilai anak indigo adalah anugerah Ilahi. Dalam pandangan Erwin, anak-anak indigo pada dasarnya seumur hidup akan indigo terus. Di usia anak-anak, mereka kerap "berontak". Tapi ketika dewasa, karena sudah bisa menyesuaikan diri, sikap pemberontakannya berkurang. Artinya, "pendampingan" terhadap anak indigo sangat diutamakan, agar mereka bisa tumbuh secara wajar.

Namun, terlepas dari beda pandang dalam menyikapi, dari pengalaman yang ada, anak indigo pada dasarnya punya cita-cita berbuat baik dalam menjalani kehidupan di masyarakat. Modalnya sudah di tangan: punya indra keenam, IQ-nya di atas rata-rata, dan bijaksana. Tinggal memolesnya saja. Dan, itulah yang kini tengah getol dilakukan di Barat. Sekolah untuk anak indigo sudah banyak bertebaran.

Di Indonesia? Itulah yang tengah dipikirkan oleh mereka yang sangat peduli pada indigo, termasuk Dr. Erwin. Jumlah anak indigo di Indonesia mungkin belum mencapai ratusan. Tapi dari yang sedikit itu, jika mendapat bimbingan yang sempurna, diharapkan mereka kelak menjadi pemimpin masa depan yang arif bijaksana, humanis, dan cinta damai. Siapa tahu!

Berbeda, tetapi Bukan Anak "Aneh"

SEPANJANG perjalanan menuju rumah nenek, Ardi, sebut saja begitu, seperti tidak bergerak. Wajahnya pucat pasi. Ia terus menutupi telinganya. Sang ibu tak berani mengusik anak sulungnya.

"Saya sebenarnya heran, kok Ardi nangisnya sampai begitu waktu mendengar kabar ibu saya meninggal. Enggak seperti anak kecil lain yang kehilangan neneknya. Sedih ya sedih, tapi enggak gitu-gitu amat," ujar Dewi.

BEGITU turun dari mobil, Ardi seperti terkesima melihat sesuatu di pintu masuk. Ketika mencium jenazah neneknya, tiba-tiba ia kembali menutupi telinganya dan tampak ketakutan. Pandangannya terus menuju ke luar pintu. Setelah itu Ardi mengatakan kepalanya sakit, dan tidak ikut ke makam.

Menjelang tengah malam, Ardi menanyakan apakah ibunya mendengar suara petir siang tadi. Sang ibu menjawab, "Tidak." "Masak Mama enggak dengar, kan keras sekali dan terus- terusan, Ma," kata Dewi menirukan ucapan Ardi saat itu. "Sehabis itu Ardi menceritakan semuanya," lanjut Dewi. Selain petir, Ardi melihat burung besar di pintu rumah sang nenek. "Burung itu enggak pergi-pergi," ujar Ardi seperti ditirukan Dewi.

Saat mencium neneknya, Ardi melihat sang nenek berjalan menuju sebuah gerbang. Saat itu Ardi mendengar suara petir lagi, yang lebih keras dari sebelumnya, dan ia menyaksikan neneknya melangkah melewati gerbang, terus berjalan menuju tempat yang ia katakan "indah sekali".

Peristiwa itu bukan yang pertama, sehingga Dewi dan suaminya tidak lagi terkejut mendengar penuturan anak mereka. "Dia sering melihat macam- macam, tetapi biasanya diam. Ia hanya mau berbicara sesudahnya, pelan-pelan dan hanya kepada orang tertentu," sambung Dewi.

Usia Ardi kini menjelang 10 tahun. Di sekolah ia termasuk cerdas. IQ-nya antara 125-130. "Tapi gurunya bilang ia suka bengong di kelas," sambung Dewi. Kepada ibunya, ia bercerita melihat macam-macam di sekolah, yang tidak bisa dilihat orang lain, di antaranya anak tanpa anggota badan, dan ia merasa sangat kasihan.

Suatu hari saat belajar di rumah ia tersenyum. Ketika ditanya oleh sang ibu, ia mengatakan ada anak persis sekali dengan dirinya. Hari berikutnya ia bercerita, anak itu datang di sekolahnya. Ketika ditanya di mana ia tinggal, anak itu menjawab, "Di sana," sambil telunjuknya menunjuk ke arah atas. "Ada apa di sana?" tanya Ardi. Anak itu menjawab, "Ada orang gede- gede buanget. Anak itu omongnya juga medhok lho Ma, kayak aku, persis," tutur Ardi seperti diceritakan kembali oleh Dewi. Tentu tak ada orang lain melihat "anak itu" kecuali Ardi.

Dewi dan suaminya memahami apa yang terjadi pada Ardi dan juga adiknya. Beberapa anggota keluarganya juga memiliki kepekaan lebih dibandingkan dengan orang kebanyakan. Pada Ardi hal itu sudah terdeteksi saat masih bayi. "Kalau dengar suara azan, Ardi tampak mendengarkan dengan penuh konsentrasi," kenang Dewi. Menjelang usia 1,5 tahun, Ardi membaca kalimat syahadat secara sambung-menyambung seperti wirid. Sesudah bisa jalan, sebelum usia dua tahun, ia mulai mengambil sajadah sendiri, memakai sarung sendiri dan membuat gerakan seperti orang shalat, meskipun bukan waktu shalat.

Toh tingkah laku Ardi membuat Dewi merasa agak risau. "Ia melihat dan mendengar apa saja yang orang lain enggak bisa lihat dan enggak bisa dengar," katanya. Ia tidak menceritakan situasi anaknya itu pada setiap orang di luar keluarga. "Kalau enggak percaya bisa-bisa anak itu dianggap berkhayal," lanjutnya.

Dewi tidak mengecap anaknya berkhayal, karena dalam beberapa hal ia juga memiliki kepekaan itu, meski hanya sampai tingkat tertentu. "Suatu sore, sehabis shalat, saya merasa ada bayangan putih. Ardi rupanya juga melihat karena ia tersenyum. Dia bilang, 'Ma, ada yang ngikutin, perempuan. Tapi orangnya baik sekali.' Ketika saya tanya siapa, Ardi tidak menjawab."

Suatu hari, Dewi membaca majalah yang menulis tentang tanda-tanda anak indigo. "Lha saya pikir kok persis sekali sama anak saya. Lalu saya berusaha menemui dr Erwin di Klinik Prorevital."

ANAK-ANAK dengan kemampuan seperti Ardi bukan hal yang baru di dunia, tetapi fenomenanya semakin jelas 20 tahun terakhir ini. Beberapa film mengisahkan kemampuan anak dan manusia dewasa dengan kemampuan semacam itu, di antaranya The Sixth Sense, dan film-film seri seperti The X Files.

Menurut dr Tubagus Erwin Kusuma SpKj, psikiater yang menaruh perhatian pada masalah spiritualitas, anak-anak seperti itu semakin muncul di mana-mana di dunia, melewati batas budaya, agama, suku, etnis, kelompok, dan batas apa pun yang dibuat manusia untuk alasan-alasan tertentu.

Fenomena itu menarik perhatian banyak pihak, karena dalam paradigma psikologi manusia, anak-anak itu dianggap "aneh". Pandangan ini muncul karena selama ini kemanusiaan telanjur dianggap sebagai hal yang statis, tak pernah berubah. "Padahal, semua ciptaan Tuhan selalu berubah," ujar dr Erwin.

Sebagai hukum, masyarakat cenderung memahami evolusi tapi hanya untuk yang berkaitan dengan masa lalu. "Fenomena munculnya anak-anak dengan kemampuan seperti itu merupakan bagian dari evolusi kesadaran baru manusia, yang secara perlahan muncul di bumi, terutama sejak awal milenium spiritual sekitar tahun 2000 yang disebut Masa Baru, The New Age, atau The Aquarian Age. Semua ini merupakan wujud kebesaran Allah," tegas Erwin.

Fisik anak-anak indigo sama dengan anak-anak lainnya, tetapi batinnya tua (old soul) sehingga tak jarang memperlihatkan sifat orang yang sudah dewasa atau tua. Sering kali ia tak mau diperlakukan seperti anak kecil dan tak mau mengikuti tata cara maupun prosedur yang ada. Kebanyakan anak indigo juga memiliki indra keenam yang lebih kuat dibanding orang biasa. Kecerdasannya di atas rata-rata.

Istilah "indigo" berasal dari bahasa Spanyol yang berarti nila. Warna ini merupakan kombinasi biru dan ungu, diidentifikasi melalui cakra tubuh yang memiliki spektrum warna pelangi, dari merah sampai ungu. Istilah "anak indigo" atau indigo children juga merupakan istilah baru yang ditemukan konselor terkemuka di AS, Nancy Ann Tappe.

Pada pertengahan tahun 1970-an Nancy meneliti warna aura manusia dan memetakan artinya untuk menandai kepribadiannya. Tahun 1982 ia menulis buku Understanding Your Life Through Color. Penelitian lanjutan untuk mengelompokkan pola dasar perangai manusia melalui warna aura mendapat dukungan psikiater Dr McGreggor di San Diego University.

Dalam klasifikasi yang baru itu Nancy membahas warna nila yang muncul kuat pada hampir 80 persen aura anak-anak yang lahir setelah tahun 1980. Warna itu menempati urutan keenam pada spektrum warna pelangi maupun pada deretan vertikal cakra, dalam bahasa Sansekerta disebut cakra ajna, yang terletak di dahi, di antara dua alis mata.

"Itulah mata ketiga," ujar dr Erwin. The third eye itu, menurut dia, berkaitan dengan hormon hipofisis (pituary body) dan hormon epificis (pineal body) di otak. Dalam peta klasifikasi yang dibuat Nancy, manusia dengan aura dominan nila dikategorikan sebagai manusia dengan intuisi dan imajinasi sangat kuat.

"Letak indigo ada di sini," jelas Tommy Suhalim sambil menjalankan perangkat teknologi pembaca aura, aura video station (AVS). Alat yang protipenya dibuat oleh Johannes R Fisslinger dari Jerman tahun 1997 ini lebih canggih dibandingkan perangkat teknologi serupa yang ditemukan Seymon Kirlian tahun 1939, dan Aura Camera 6000 yang dibuat Guy Coggins tahun 1992 berdasarkan Kirlian Photography.

Tom menunjukkan titik berkedip berwarna nila tua, sangat jelas di antara kedua mata Vincent Liong (19). Murid kelas dua tingkat SLTA di Gandhi International School itu sudah menulis buku pada usia 14 tahun dan bukunya diterbitkan oleh penerbit terkemuka di Indonesia. Buku Berlindung di Bawah Payung itu merupakan refleksi, berdasarkan kejadian sehari- hari yang sangat sederhana.

Pergulatan pemikiran yang muncul dalam tulisan-tulisannya kemudian seperti datang dari pemikiran orang bijak, dan menjadi bahan pembicaraan. Pemilihan angle-nya tidak biasa, dan hampir tidak terpikir bahkan oleh orang dewasa yang menekuni bidang itu. Belakangan ia banyak menulis soal spiritual, namun tetap dilihat dalam konteks ilmiah dan rasional.

Mungkin karena minatnya yang sangat besar pada dunia tulis-menulis, Vincent tidak terlalu berminat dengan beberapa mata pelajaran di sekolahnya. Orangtuanya yang tergolong demokratis pun sering tidak mengerti apa yang diingini anaknya yang ber-IQ antara 125-130 ini. "Dia keras kepala. Kemarin ia tidak mau ikut ujian matematika," sambung Liong, ayahnya.

Vincent mengaku "takut" pada matematika sejak kecil, tapi mengaku disiplin pada aturan mainnya sendiri. "Sejak kecil aku bingung pada dogma satu tambah satu sama dengan dua. Aku juga bingung dengan ilmu ekonomi karena dalam realitas sosial berbeda," tegas Vincent.

Toh sang ibu sudah menengarai keistimewaan anaknya sejak bayi. Waktu SD, Vincent biasa bergaul dengan gurunya, dan orang-orang setua gurunya. Pertanyaannya banyak dan sangat kritis. "Saya langganan dipanggil guru bukan hanya karena anak itu sulit. tetapi juga karena karangan-karangannya membuat guru-gurunya kagum," ujar Ny Ina.

Vincent sudah menulis tentang teleskop berdasarkan pengamatan dan referensi pada usia SD. "Di rumah ia membawa ensiklopedi yang besar- besar itu ke kamarnya," ujar Ny Ina. "Kamarnya kayak kapal pecah. Tidurnya dini hari karena menulis," sambung Liong. "Saya sering meminta agar ia menyelesaikan pendidikan formalnya dulu, karena bagaimanapun itu sangat penting," lanjut Liong.

"PENDIDIKAN formal sangat penting karena anak-anak indigo harus membumikan ’ilmu langitnya’ untuk kebaikan manusia. Bukan sebaliknya," ujar Rosini (40). Ia menganjurkan, agar anak-anak yang memiliki kemampuan berbeda itu tidak dieksploitasi oleh orangtua dan lingkungannya untuk mencari nomor togel atau menjadi dukun atau klenik. "Bukan itu misi anak-anak indigo," tegas Rosi.

Anak-anak itu sebenarnya punya mekanisme pertahanannya sendiri. Annisa, misalnya. Gadis kecil berusia 4,5 tahun ini tiba-tiba berbicara dalam bahasa Inggris beraksen Amerika begitu ia bisa bicara pada usia 2,5 tahun. Padahal orangtuanya tidak berbahasa Inggris dengan baik. Meski tampak menggemaskan, dalam banyak hal ia berbicara dan bersikap seperti orang dewasa, bahkan menyebut dirinya "orang Amerika" karena "datang dari Amerika". Nisa menyebut ibunya, Yenny bukan dengan panggilan mama.

Kemampuan melihat dan mendengar Nisa sangat tajam pada pukul 23.00 sampai dini hari. Tetapi kalau secara sengaja diminta memperlihatkan kemampuannya, ia akan menolak dengan tidak memperlihatkan kemampuan itu sehingga ia tampak seperti anak-anak lainnya," ujar Yenny. Kata sang ibu, Nisa tidak mudah bersalaman dengan orang. Ia seperti tahu orang yang suka pergi ke dukun atau memakai jimat. Namun sebagai anak-anak Nisa juga suka menyanyi dan bermain.

Jenis dan kemampuan anak indigo bermacam-macam. Meski memiliki kepekaan yang kuat, kepekaan mendengar dan melihat sesuatu yang tidak didengar dan dilihat orang kebanyakan, berbeda-beda gradasinya.

Menurut Lanny Kuswandi, fasilitator program relaksasi di Klinik Prorevital, mengutip dr Erwin, "Ada tipe humanis, tipe konseptual, tipe artis, dan tipe interdimensional. Pendekatan terhadap mereka juga berbeda-beda," sambungnya.

Namun karena dianggap "aneh", tak jarang diagnosisnya keliru dan penanganannya lebih bersandar pada obat-obatan. "Ada anak indigo yang dianggap autis, ADHD (Attention-Deficit Hyperatictve Disorder) maupun ADD (Attention Deficit Disorder). Padahal tanda-tandanya berbeda," sambung Erwin. Kekeliruan semacam ini juga terjadi di AS, karena banyak ahli menganggap anak-anak itu menderita "gangguan" yang harus dihilangkan.

"Saya beberapa kali pergi ke psikolog dan psikiater," ujar Rosini. Profesional di suatu perusahaan swasta terkemuka itu suatu saat dalam hidupnya merasa sangat terganggu oleh suara-suara itu. Orangtuanya juga merasa anaknya "aneh" karena kerap memberi tahu peristiwa yang akan terjadi, tetapi menolak mengakui kemampuan anak itu.

"Dalam tes yang dibuat oleh mereka, saya dinyatakan sehat. Tidak ada gangguan apa pun," sambung Rosini. Sebaliknya, ia melihat psikolog dan psikiater yang melakukan tes terhadap dirinyalah yang bermasalah. Ia juga pernah mencoba mencari paranormal untuk membuang kemampuannya itu, meski suara-suara itu mengatakan "jangan".

Akhirnya Rosi berdamai dengan dirinya dan mengembalikan kemampuannya sebagai wujud kebesaran Allah SWT, dengan berusaha untuk terus mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Karena itu ia ingin membantu orangtua dengan anak-anak indigo agar anak- anak itu tidak melewati masa pencarian yang rumit seperti dirinya.

Indigo children, menurut Erwin, bukan fenomena terakhir, karena akan lahir anak-anak yang disebut sebagai crystal children. "Anak-anak dengan warna dasar aura, bening dan lengkap. Mereka lahir dari orangtua yang spiritual."

Mungkin Cita (9) termasuk anak itu. Keluarganya, sampai nenek-neneknya, spiritualis. Ia bisa melihat sinar dan malaikat di rumah ibadah, khususnya ketika orang-orang sedang berdoa. Ini hanya salah satu kemampuan "melihat" milik anak yang selalu mendapat rangking di sekolah itu. Cita tahu kapan hujan akan turun hari itu dan sebaliknya, meskipun mendung sudah menggantung.

"Ia menjadi teman dan penasihat kami, bapak-ibunya. Di sekolah, di keluarga besar kami, terasa ia menebarkan aura kedamaian dan kebahagiaan. Anak itu sangat tenang dan pemaaf," ujar ibunya, Ny Dita.


Friday, May 06, 2005


"Jangan hidup dengan doktrin kesenangan yang hina, tapi hiduplah dengan kerja
keras, usaha!  Kesuksesan tertinggi datang pada dia yang tidak bersembunyi
dari bahaya atau dari bekerja dan dialah yang akan mendapatkan kemenangan akhir!" dikutip dari buku saku Paman Gober hehe...^0^

 Posted by Hello


Thursday, May 05, 2005

Banyak orang selalu bertanya-tanya siapakah Tuhan sebenarnya?
Dan dimanakah Dia berada? Apakah Dia benar-benar ada atau tidak atau hanya
kamuflase belaka
atau ciptaan daripada manusia itu sendiri? Selalu
saja timbul konflik antara kebenaran dan kebohongan mengenai Tuhan dari rasa
percaya dan tidak percaya. Banyak sekali manusia-manusia seperti para Ulama,
Pendeta, Paus, Pelajar, orang-orang seperti kita maskudnya masyarakat dan sebagainya tidak memiliki jawaban yang pasti akan
Tuhan dan menimbulkan kekecewaan dan kebingungan bagi mereka yang menanyakan
keberadaannya yang pasti.

Dulu saya tidak tahu siapa Tuhan dan siapakah Dia sebenarnya? Yang
kuketahui hanyalah dari ajaran-ajaran agama di sekolahku juga pergaulanku di
masyarakat yang mengenalkan aku kepada Tuhan-Ku, tapi tetap saja dalam hatiku
hanya terdapat kata-kata 1/2 percaya dan 1/2 tidak percaya tentang keberadaan
Engkau!
 Memang banyak sekali hal yang membuatku merasa hampa mengenai
kepercayaan tersebut, entah apa yang harus kulakukan untuk mengetahui dan
memahami kebenaran yang tidak berlorong.  Banyak hal yang tidak kumengerti,
seperti halnya dengan agama-agama lainnya...bukankah setiap agama memiliki Tuhan
yang berbeda?  Salah seorang temanku yang beragama Kristen pernah berkata :
"baik Kristen, Islam, Hindu, dan agama-agama lainnya walaupun berbeda mereka
semua akan menuju pintu yang sama".
  Selama hidupku dari kecil
sampai dengan berumur 18 tahun aku tidak benar-benar memahaminya 100% tapi
banyak hal yang membuatku berpikir bahwa Ia ada di sekitarmu walaupun tidak
diketahui keberadaannya dan Dia selalu akan menjaga anak-anaknya.

Pernah kejadian pada waktu kecil aku pernah berkata bahwa aku tidak mengenal
siapakah Tuhan itu dan aku tidak percaya bahwa Ia ada dan pada malam harinya aku
telah bermimpi ( kejadian ini pada saat aku duduk di bangku SD kelas 2 ), aku
bermimpi berada di sebuah tangga yang besar dan luas sekali dengan gedung putih
di depanku tapi gedung itu sangat jauh bagiku, dan di sebelah kananku terdapat
patung Tuhan ( Bapa ) dan aku baru sadar bahwa aku berada di bawah
patung itu dan secara tiba-tiba aku melihat keluargaku menuruni tangga dan
kupanggil mereka tapi mereka tidak membalas panggilanku lalu mereka menghilang,
dan apa yang terjadi tiba-tiba saja bunyi geledek yang keras sekali kulihat
di atas patung Tuhan tersebut dan kemudian turun sesuatu dari langit...
yang
turun dari langit itu adalah tikus-tikus, banyak sekali tikus dan aku menjerit
ingin turun dari patung tersebut, tapi aku tidak bisa turun, karena terlalu
tinggi untukku untuk turun dari patung tersebut ( aku berada di atas tumpuan
patung )akupun masih terlalu kecil dan pendek, akhirnya bunyi geledek ke-2
datang...dan yang anehnya lagi sekarang keluar kucing-kucing, dan banyak sekali
kucing aku sampai ketakutan tapi aku tidak menangis...akhirnya aku terbangun
dari mimpiku pas pada pukul 4 pagi di jamku( seingatku )...ini mimpi yang sampai
sekarang tidak kumengeri artinya ^_^, adakah anda sekalian yang tahu
maksudnya?

Sebenarnya aku sudah mati dari dulu, tapi entah kenapa aku masih hidup
sampai sekarang ini, apa mungkin ada malaikat Tuhan dan Tuhan yang menjagaku?

Aku yang pada saat malam hari semestinya meninggal tertabrak Motor ( pada saat
itu aku sedang pergi ke supermarket kecil pada saat kelas 1 SD ) entah kenapa
seperti ada yang mendorongku dan akhirnya aku hanya tersrempet saja dan hanya
tergores saja ( aku benar-benar bingung dan bagiku aku berpikir aku mujur dan
anehnya aku tidak bersyukur )..aku benar-benar bingung sekali ^__^ dulu aku
termasuk orang yang tidak pernah bersyukur dengan apa yang ada dan tidak pernah
puas dengan apa yang kumiliki serta keberuntungan yang kudapatkan yang tiada
habisnya, dan sungguh benar-benar aneh aku masih hidup saat itu. Thanks Jesus
Lord!!! 

Kejadian itu sudah kulupakan, tapi teringat kembali pada saat kelas 2 SD,
yang terjadi adalah saat dimana aku pergi ke DB 1, aku diantar dengan naik
sepeda dengan embakku yang bernama Susi...entah apa yang terjadi semestinya aku
dan embakku meninggal  tertabrak Mobil angkot, tapi aneh sekali padahal
mobil tersebut ngebut!!! tapi pas menyentuh sepedaku dengan arti menabrakku
tiba-tiba kejadiannya menjadi lain, yang kuingat dengan embakku mobil itu
menyentuh dengan pelan hanya ujung ban saja dan tidak terasa goncangan apa-apa....aku
dan embakku masih terheran-heran, tapi yang pasti kita kena marah oleh supir
angkot tersebut.  Sampai sekarang aku masih bingung dengan kejadian
tersebut dan anehnya lagi embakku yang tadinya sama pemikirannya denganku, yang
ada dia bilang tidak ingat apa-apa yang pasti dia hanya ingat menyebrang 
tidak lihat kiri dan kanan ( padahal embakku melihat kiri dan kanan dan
tiba-tiba ada mobil angkot yang ngebut ) benar-benar aneh, dan lebih anehnya
lagi semua kisah masa kecilku aku ingat hampir 90 % sampai sekarang ^_^ ada
yang mengerti dengan kejadian ini?
aku benar-benar merasakan waktu
seolah-olah berhenti pada saat hampir terjadinya kecelakaan yang menggenaskan!!!
Terima kasih Tuhan Yesus dan  Bapa di Surga juga Bunda Maria serta
Malaikat-malaikat pelindungku.

Ngomong-ngomong soal malaikat, pernah kejadian dimana aku
hampir dibunuh oleh malaikat...kejadian ini pada saat aku duduk di bangku SMP
kelas 2, dimana aku pada saat itu libur panjang kenaikan kelas dan aku beserta
keluarga dan saudara-saudaraku berlibur ke Puncak, sampai di Villa Kota Bunga
dan 3 hari kemudian, dimana di hari ketiga tersebut orang tuaku pergi ke luar
untuk membeli sesuatu, dan hanya tinggal aku beserta saudara-saudaraku di sana,
mereka sedang bermain kartu berempat ( ada Adikku si Abi, ada saudaraku Chester,
Lika dan Lendy ) sedangkan aku berada di dalam kamar untuk tidur siang. 
Anehnya lagi setelah aku tertidur aku tiba-tiba terbangun di sela-sela tidurku (
aku pada saat sekarang itu masih tidak percaya dengan Tuhan, rasa kepercayaanku
selalu hilang dan timbul tidak bersamaan dan dari kecil sampai sekarang itu aku
selalu berbuat kejahatan ( bigsin ) )tiba-tiba aku berada  tiduran di luar
taman dan aku tidak melihat saudara-saudaraku yang bermain kartu semuanya hening
dan tidak ada manusia satupun, padahal tadinya mereka sedang asyik bermain dan
ramai sekali suaranya, akhirnya yang paling aneh aku keluar menuju Taman dan
melihat sekeliling kota bunga sangat sepi sekali seakan-akan tidak ada
seorangpun disana kecuali aku seorang, dan entah kenapa aku tiba-tiba merasakah
sesuatu di atas dan lalu aku melihat ke atas...................dan apa yang
kulihat............aku melihat awan yang berbentuk aneh dan awan
itu bergerak aneh sekali mendekatiku dan awan itu kemudian berbentuk seperti
manusia dan tiba-tiba tubuh yang tertutup awan itu kemudian memegang sesuatu
yaitu busur dan panah ( sepertinya malaikat maut tapi bukan juga
yach ^_^ )....ia lalu menarik busur itu ke arahku dengan anak panah yang
sewaktu-waktu siap diluncurkan ke arah jantungku, aku langsung bereaksi cepat
aku bilang "Jangan, beri aku kesempatan sekali lagi, kumohon....".  Entah kenapa
malaikat maut itu tidak jadi memanahku, untung saja aku cepat bertindak....kalau
aku diam saja pada saat itu.....mungkin aku akan tiada dalam tidurku yang pulas......setelah
kejadian tersebut, kemudian aku tiba-tiba terbangun dari tidurku yang
sesungguhnya
dan aku mendengar suara ribut seperti biasa...yach aku kembali ke dunia nyata
^0^ Hore..... tapi aku merasa mimpi itu tidak main-main, benar-benar seperti nyata...sampai
aku merinding dan melihat ke luar taman untuk melihat awan tersebut dan ternyata
awan ya tetap awan biasa saja.  Benar-benar aneh, semenjak kejadian itu aku
benar-benar mulai bertobat, walau belum 100 % setidaknya sudah mencapai 60 %.

Pada akhirnya mimpi paling aneh mengenai Tuhan dan terakhir dalam hidupku
adalah pada saat aku sedang menempuh ujian komputer untuk hari esok, pada saat
itu aku sudah percaya 70 % mengenai Tuhan dan aku masih memiliki hawa jahat
dalam diriku tapi tidak seperti dulu hehe.....aku bermimpi aneh sekali
seakan-akan itu benar-benar nyata...di dalam kamarku dengan kamar terkunci aku
mendengar bunyi ketukan pintu...dan kemudian aku tidak berani membukanya...pada
saat itu aku masih takut dengan yang namanya Hantu hehe....kemudian aku berani
mendekati bunyi ketukan itu yang terus-menerus berbunyi....kemudian aku mulai
bertanya "siapa di luar?" tidak menjawab kemudian aku bertanya kembali "Siapakah
di luar? tolong jangan menakutiku!" akhirnya ia menjawab bahwa "Aku adalah
Yesus! Aku tidak akan menyakitimu...bukalah pintumu dan lihatlah Siapa Aku
sebenarnya!"
akhirnya aku berani berkata "Bohong, mana ada Yesus datang
mengganggu orang tidur, pasti kamu hantu yang memakai nama Yesus!!!" lalu ia
membalas "Percaya atau tidak tergantung dari pintu hatimu yang terbuka."
Aku memang hanya menduga saja tapi benar-benar aneh di bawah kolong pintu itu
dan lubang kunci itu terlihat sinar bewarna kuning dan putih ( benar-benar aneh
)setelah mendengar kata-kata itu, aku memberanikan diri untuk membukanya...selama
ini aku belum melihat Yesus yang asli ( lagipula apakah benar itu asli? ). 
Pada saat aku membuka...benar-benar aneh dan menakjubkan aku melihat sinar yang
sangat mengagumkan sekalilgus menyilaukan mata yang melihat, aku tadinya tidak
melihat apa-apa hanya melihat cahaya saja dan kemudian aku melihat wajah Tuhan
Yesus walupun hanya sesaat tapi wajah itu benar-benar menunjukkan bahwa Ia
benar-benar Yesus Kristus!!! Wajah seorang Maha!!! aku tidak melihat tubuhnya
hanya melihat wajahnya saja kemudian cahaya itu menghilang dan kemudian jam
wekerku berbunyi pada pukul 4 pagi. Wah...benar-benar mimpi yang aneh sekali dan
bila aku ceritakan kepada teman-teman pasti tidak ada yang percaya dengan
ceritaku.  Tapi aku tidak tahu secara pasti arti dari mimpi itu tapi
sepertinya Tuhan ingin menunjukkan bahwa ia selalu ada di sekitarmu dan
mengawasimu serta ingin kita percaya dan kembali ke jalan yang benar. 
Ada yang tahu lebih pastinya arti mimpi tersebut???

Setelah kejadian itu, aku mulai sadar dan memang bukan dari mimpi saja aku
sadar tapi juga dari lingkungan dan orang-orang sekitar yang mengajariku secara
tidak langsung juga alam serta buku-buku kuno yang kubaca dan sepertinya yang
membuatku belajar tentang agama lebih mendalam daripada sebelumnya adalah
mimpi-mimpi itu dan yang paling menyakitkan adalah pada saat aku bermimpi
tentang surga, aku bermimpi pada saat SMP kelas 3 dimana aku bermimpi aku datang
untuk melihat surga ( pintu surga itu seperti bukan pintu melainkan tirai yang
terbuat dari kain putih lebar yang tebal )aku seperti dipanggil untuk datang ke
sana dan tidak ada penjaganya dan aku main masuk saja, aku melihat sekeliling hanya sesaat dan
indah sekali sungguh indah. damai dan tentram hatiku...yang kulihat
disekelilingku semua serba putih dan banyak malaikat-malaikat di sana serta
suara-suara musik surga...pada akhirnya tiba-tiba malaikat-malaikat itu sadar
dengan kehadiranku dan melihat diriku dan akhirnya suasana musiknya berhenti dan
kemudian dari belakang tirai kain putih tebal muncul dua malaikat menghampiriku lalu
berkata "sekarang bukan saatnya!!! jadi kembalilah kau!!!" padahal aku hanya
melihat sekitar kurang lebih 1 menit saja dan kukira aku sudah mati ( rohku
seperti melayang ke atas ) hik...hik... ternyata surga itu
benar-benar ada ( untungnya aku sampai sekarang belum pernah bermimpi mengenai
neraka ), sampai sekarang aku tidak bermimpi mengenai hal-hal itu
lagi...mimpi mengenai surga seperti nyata!!! Aku ke sana, sepertinya rohku yang
melayang saat tidur tidak sengaja ke sana.  Amin...

Akhirnya aku menyadari, memang banyak orang sekitar kita tidak mempercayai
Tuhan dan menganggap hanya omong kosong belaka saja. Sebenarnya tuhan sudah
menunjukkan berbagai macam cara kepada mereka untuk percaya pada-Nya, tapi
sungguh sulit sekali, karena Tuhan hanya 1 begitu pula dengan Buddha, sebenarnya
banyak sekali orang-orang beriman yang tingkatnya hampir menyamai Tuhan atau
bahkan melebihinya seperti Yesus, Buddha, Fransiscus Asisi, Lao Tze dan
orang-orang bijak dan kemampuan spiritual yang tinggi lainnya, bahkan
mereka-mereka yang tidak diketahui namanya dan statusnya, sekarang ini yang
paling dikenal adalah Yesus. Tahu tidak sebenarnya Buddha dalam bahasa sansekerta adalah Tuhan dan Tuhan dalam bahasa ( aduh lupa lagi ^_^ maaf
seingat aku Ibrani, seingat aku bahasa orang Yahudi coba saja diconfirm tapi
sepertinya menurut ingatanku itu benar hehe ) yang pasti artinya Buddha
.  Tuhan hanya
ada satu dan soal kepercayaan semua tergantung diri kita, apakah kita
memahaminya dan mempercayainya hanya tergantung diri kita seperti halnya untuk
mencapai Nirvana semua tergantung dari diri kita, hanya mereka
yang telah memahami dirinyalah yang dapat mengerti suatu kebenaran sejati yang
sesungguhnya...dan pada akhirnya dapat memahami diri-Nya. kita semua bisa
mencapai kebuddhaan, jadi percayalah bahwa Tuhan Yesus itu ada dan Ia ada karena
kita telah memahami-Nya.  Biarlah dirimu melebur menjadi satu dengan
Ke-Tuhanan, tidak perlu mencari-cari kebenaran, karena kebenaran itu sendiri
akan datang padamu dan semuanya tergantung dari kesadaran juga dirimu sendiri,
karena
aku adalah aku.....dan aku bersyukur dengan apa yang
kudapat sekarang dengan kesadaranku untuk Berubah!!! Mudah-mudahan
kalian yang membaca dapat memahami diri kalian masing-masing dengan penuh
kesadaran.  Dan ingat!!! percaya serta pahami dengan benar dan dibuktikan, baru kau telan bulat-bulat!!!
Tuhan benar-benar ada!!! Amin.....



Wednesday, May 04, 2005

SURGA & NERAKA

Seperti halnya Surga dan Neraka, ada yang bilang
surga ada di bawah telapak kaki Ibu dan Neraka ada di atas ketiak Bapak. 
Ada yang bilang Surga ada di Taman Eden ( di Bumi ) dan Neraka ada di
luar bumi.  Sebenarnya Surga dan Neraka ada di bumi kita, dalam diri kita
juga di luar bumi kita.  Kenapa aku berkata seperti ini?  Karena
menurut kepercayaan Buddha itu yang disebut dengan Reinkarnasi,
bagi kepercayaan umat Gereja mereka tidak percaya dengan yang namanya
Reinkarnasi tapi mereka percaya bahwa Yesus akan kembali ke bumi dan mereka
sebut bukan Reinkarnasi tetapi Inkarnasi.  Surga dan neraka
berada di bumi, coba bayangkan jika anda terlahir sebagai Gembel atau orang yang
sangat miskin dan tidur serta makan dari tong sampah serta tidak ada tempat
untuk tinggal, tidak ada keluarga yang peduli dan sekeliling anda memang membuat
anda sebagai sampah masyarakat.  nach kalau anda berpikir bukankah hidup
seperti itu seperti di Neraka?  Kecuali kalau anda hidup dengan TAO tapi
kita lihat sekarang zaman setiap waktu selalu berubah dan perubahan tersebut
kadang bisa membuat Surga dan Neraka bagi diri kita. Tapi tetap bagi orang Tao
dapat hidup dimana saja asalkan dapat beradaptasi dimana saja sama saja dan
orang Tao selalu sederhana dalam hidupnya...bagi mereka kekayaan sesungguhnya
adalah hidup dengan alam Tao.

Orang dulu pernah berkata : " Daya tarik tempat yang sunyi, bulan perak dan
kemegahan bintang-bintang...dimana pengembara menyaksikan keagungan terbit dan
tenggelamnya matahari di alam bebas, tidak terpengaruh manusia, hanya diganti
dengan berlalunya waktu yang abadi

Kembali ke urusan Surga, jika anda dilahirkan sebagai orang kaya sekali dan
makanan serta minuman yang benar-benar nikmat serta tempat tinggal yang mewah
sekali dimana keluarga yang selalu memperhatikan, anda pasti berpikir inilah
surga. Kita selalu menjadi tokoh-tokoh dalam sandiwara di bumi, semua tergantung
dari karma kita dan pada akhirnya kita bereinkarnasi kembali ke
bumi, pernahkah anda merasakan bahwa anda pernah pergi ke suatu tempat tertentu
ataukah pernahkah anda merasakan bahwa teman anda ini yang baru kenal
seakan-akan sudah lama sekali mengenalnya?  Pernahkah anda merasakan bahwa
anda pernah membaca buku ini atau anda pernah merasakan siapa saya dulunya?
Kalau saya sich pernah!!! Juga Adik saya serta salah 1 saudara sepupu saya yang
pria.  Kalau saya dulunya adalah orang Australia ( termasuk orang barat yo!!
) juga adik saya, tapi ada perbedaan di masa sebelum reinkarnasi dan sesudah
reinkarnasi, sebelum reinkarnasi saya adalah seorang pria dan adik saya adalah
wanita, padahal sekarang ini saya adalah wanita dan adik saya adalah pria. 
Mengapa kok reinkarnasi saya jadi seperti ini???  Memang itu kembali pada
karma masing-masing, mengapa saya dilahirkan menjadi seorang wanita? Ternyata
dulunya saya ini seorang Playboy dan suka sekali mempermainkan wanita juga
perasaannya dan benar-benar maniac XXX mungkin dulu saya sering melakukan
perbuatan sadisisme dalam XXX atau Masochisme
hehe, tapi kalau ini kan tidak apa-apa yach, ada kepuasan tersendiri (
bercanda loch ^0^ ), sedangkan adik saya adalah dilahirkan sebagai pria padahal
dulunya adalah wanita loch!  Dia dulunya adalah wanita yang baik-baik dan
tidak pernah mempermainkan hati siapapun, karena dulunya wanita baik-baik maka
di kelahiran selanjutnya menjadi seorang pria.  Tidak gampang loch untuk
dilahirkan menjadi seorang pria, makanya kebanyakan di bumi kita ini mayoritas
wanita lebih banyak daripada pria.  So, saya ini bisa dibilang sekarang
terperangkap di dalam tubuh wanita ( kok kayak Transseksualisme
aza hehe bukan Transvinism loch hehe )...hukuman oi...tidak
apa-apa dech...adil...yang penting sekarang harus jadi wanita baik-baik. 
Soal Reinkarnasi saya tidak akan menjelaskan lebih mendalam karena tidak ada
habis-habisnya...apalagi soal Pacific Heart dan juga
Reinkarnasi +

Mengapa saya bilang Surga dan Neraka di bumi??? Karena...hmm...coba
kalian pikir...jika kita mati roh kita yang melayang bukan? Memangnya dalam
bentuk roh kita bisa terluka?  Kalau iya coba kamu cubit roh, bisa tidak?
tabrak pakai mobil bisa tidak? Yang ada malahan nembus hehe...jadi hukuman bisa
kita terima bila kita turun ke bumi dan menjadi makhluk hidup yang dapat
merasakan sakit melalui syaraf-syaraf serta aliran sel-sel darah yang mengalir
melalui jaringan-jaringan syaraf kita, misalkan kena jarum aza...waduh...sakit...dari
jaringan kulit timbul reaksi dan kiriman menuju ke jaringan otak kita kemudian
tangan kita tergerak untuk memegang rasa sakit karena jarum tersebut! 
Ingat syaraf paling penting dalam tubuh kita!!!  Sakit gigi aza bisa
menimbulkan kematian....coba bayangkan itu karena syaraf giginya rusak parah dan
ini benar-benar kenyataan loch, beh....kalau tidak percaya coba confirm ke
dokter gigi!!!  ( kecuali jika syarafnya mati kayak Stephen Hawking
itu tidak bakalan terasa sakit walau dicubit..jatuh dari tangga sekali lagi juga
ok hehe, walaupun begitu syaraf otaknya masih hidup loch!!! )

Manusia ada yang dilahirkan kembali menjadi manusia, ada yang
menjadi roh-roh penasaran, jin, kuijin, dll ( ini
nanti saya jelaskan pada dunia lain...sabar aza yach...masih bingung
kata-katanya hehe ) ada juga yang menjadi binatang baik di darat, laut dan udara
ada pula yang menjadi tumbuh-tumbuhan.  Yang paling tidak enak dilahirkan
menjadi manusia hanya sementara saja...o..iya...soal kematian sementara dan
kelahiran yang ditentukan diri seorang yang sudah mencapai kesempurnaan berbeda
dengan mereka yang masih awam...semua tergantung tingkatannya.  Enak tuch
kalau tingkatannya sudah tinggi hehe...reinkarnasinya jadi asyik oi...yang pasti
bumi itu ibaratnya panggung sandiwara dengan banyak tokoh-tokoh pemerannya...tapi
semua tergantung dari manusianya itu sendiri yang memerankan siapa dirinya. 
Paling enak dilahirkan kembali menjadi Dewa atau Dewi hehe...1 hari di khayangan
sama saja 1 tahun di bumi.  yach enak atau tidaknya tergantung persepsi
orang sich dan yang pasti semuanya itu tidak berkelit dari Yin dan Yang dan
semuanya itu pasti dapat berakhir...karena tidak ada yang abadi di dunia ini. 
Bagaimana dengan makhluk UFO? Wah itu nanti saja, saya jelaskan
mengenai UFO beserta makhluk-makhluknya ( mungkin sekitar bulan Oktober yach! )

Surga dan Neraka di bumi berkaitan dengan Surga dan Neraka
yang ada dalam diri kita itu berarti hati dan pikiran kita sendiri, jika pikiran
dan perbuatan kita jahat ( beh...pintu gerbang neraka terbuka ) dan kalau
pikiran dan perbuatan kita baik ( beh...pintu gerbang surga terbuka )

Ada pertanyaan dari salah satu temanku dan ia bertanya "apa
yang terjadi bila reinkarnasi tidak ada lagi di dunia ini? alias stop! kan bisa
saja suatu saat bumi kita ini musnah!"
Apa mungkin kita pindah ke planet
lain seperti Mars?"
Nach kalau itu mau tidak mau ya pergi saja ke Surga atau
ke Neraka yang sesungguhnya, yang pasti Surga dan Neraka juga berada di luar
bumi kita ini, mungkin di planet lainnya, yang pasti Reinkarnasi tidak pernah
berakhir, mungkin juga nanti kau terlahir menjadi makhluk di luar bumi, karena
bumi bila nantinya musnah ( zaman mendekati kiamat, tapi kiamat atau tidak....saya
tidak tahu pasti wong cuma dapat visi ke depan aza kok sekitar 2011-2012, yang
saya lihat sich cuma kekacauan saja yach...dimulai dari negara-negara maju
kemudian terlibat negara berkembang...mudah-mudahan tidak terjadi....serem bener
loch!!! Wahai manusia cepatlah berubah dari yang jahat ke baik....!!!! beh...yang
negatif kok dipelihara!!!
) bumi tercintaku ini akan terbentuk lagi (
tapinya yang pasti butuh waktu yang panjang sekali seperti choki-choki hehe )
nach pada saat bumi terbentuk lagi nach kembali dech ke bumi hehe...



Monday, May 02, 2005

Nafsu birahi, seperti segala nafsu yang selalu silih berganti
menguasai diri manusia seperti kita ini, selalu ditimbulkan oleh ingatan. 
Pikiran mengingat-ingat, membayangkan segala hal yang pernah dialami atau
didengar dari orang lain, segala hal yang menyenangkan dan nikmat.  Ingatan
inilah, bayangan-bayangan yang diciptakan oleh pikiran inilah sesungguhnya yang
menimbulkan gairah nafsu!  Untuk membebaskan diri dari perbudakan nafsu,
kita diajar untuk mengekang dan mengendalikan nafsu!  Bagaimana mungkin
akan berhasil kalau yang mengendalikan itupun pikiran kita sendiri ?  Nafsu
merupakan hasil pemikiran dan keinginan mengendalikan juga timbul dari pikiran
setelah melihat akibat nafsu yang merugikan, dan pada hakekatnya, pengendalian
itupun didorong oleh keinginan pula, keinginan untuk bebas dari nafsu. 
Kalau dikendalikan maka akan terjadi lingkaran setan.  Nafsu timbul,
dikendalikan, tidur sebentar, bangkit lagi, dikendalikan lagi, demikian tiada
habisnya sampai kita mati !

Setelah tahu bahwa sumber nafsu adalah pikiran, mengapa kita tidak
melenyapkan sumbernya saja ?  Bukan berarti mematikan pikiran, karena
pikiran memang penting bagi hidup, melainkan mempergunakan pikiran untuk hal-hal
yang bermanfaat dan membiarkan pikiran bersih dari ingatan-ingatan tentang
hal-hal yang akan menimbulkan gairah nafsu, menimbulkan dendam, duka, iri, dan
sebagainya.  Bukan timbul dari keinginan membersihkan pikiran, melainkan
membiarkan pikiran bersih sendiri dengan pengamatan penuh kewaspadaan terhadap
pikiran sendiri, terhadap nafsu yang timbul dalam pikiran.  Pengamatan saja,
tanpa usaha pengekangan, tanpa usaha merubah, tanpa menilai.  Pengamatan
ini yang akan menimbulkan suatu kesadaran, yang akan mendatangkan perubahan. 
Pengamatan dengan waspada akan membebaskan pikiran menyeleweng, perhatian setiap
saat terhadap segala yang terjadi di dalam dan di luar diri akan mendatangkan
kesegaran baru.



Sunday, May 01, 2005

PERJUDIAN


Semenjak zaman purba sampai sekarang, perjudian merupakan semacam
penyakit yang amat berbahaya bagi manusia.  Adapula yang menganggap
perjudian sebagai permainan.  Sebagai kesenangan atau iseng-iseng saja yang
sama sekali tidak membahayakan.  Akan tetapi, segala macam kesenangan yang
dapat menyesatkan manusia selalu dimulai dengan iseng-iseng.  Dari
iseng-iseng ini lalu lambat laun menjadi kebiasaan yang tak mudah dilepaskan. 
Oleh karena dalam kesenangan berjudi ini terdapat permainan dengan
harapan-harapan sendiri, dan ada hubungannya dengan keuntungan berupa uang
secara langsung, maka besar sekali pengaruh dan kekuatannya untuk membuat orang
menjadi mabok dan lupa segala.  Perjudian merupakan permainan dari
pengumbaran nafsu tamak ingin memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. 
Orang yang kalah berjudi selalu akan berusaha untuk mengejar kekalahannya itu
dengan bayangan-bayangan kemenangan sebesarnya sehingga kekalahannya dapat
diraihnya kembali.  Orang yang sedang menang berjudi selalu akan berusaha
untuk menambah kemenangannya itu sebanyak mungkin.  Dan di dalam perjudian
ini, ketamakan dan kebesaran si aku dikembangbiakan menjadi amat luas.

Diantara teman baik, saling membayar makanan dalam jumlah agak besarpun
akan dilakukan dengan senang hati dan rela, namun didalam perjudian, biarpun
jumlah sedikit saja sudah cukup untuk membuat 2 orang teman baik itu menjadi
cekcok dan bentrok, tidak mau saling mengalah.

Judi memupuk iri hati dan kekejaman, memperkuat dan memperbesar si aku,
memupuk nafsu ingin menang sendiri.  Betapa banyaknya sudah contoh-contoh
dalam kehidupan masyarakat, keluarga-keluarga yang berantakan karena kepala
keluarganya kegilaan judi.  Orang-orang yang tadinya hidup jujur dan setia,
dapat berubah menjadi curang dan jahat setelah dia menjadi penjudi, tentu saja
kalau dia sudah menjadi korban dan menderita kalah terus-menerus.


Contohnya, seorang duda yang hanya mempunyai seorang anak perempuan.  Dia
dan anaknya berdagang kecil-kecilan di pasar dan kehidupan mereka sebenarnya
sudah dapat dibilang cukup, bahkan hasil perdagangan kecil-kecilan itu lebih
untuk dimakan dan dipakai.  Akan tetapi, celaka sekali.  Dia terpikat
oleh perjudian dan beberapa bulan kemudian, dia telah menjadi setan judi yang
malas untuk bekerja lagi.  Anak perempuannya berusaha sedapat mungkin untuk
mengingatkan ayahnya dan mengurus pekerjaan mereka.  Akan tetapi, kekalahan
demi kekalahan menimpa diri duda itu dan akhirnya, semua dagangannya habis di
meja judi tanpa dia dapat berbelanja lagi.  Perdagangan itu terhenti dan
kini, perabot-perabot rumah mulai tanggal satu demi satu, sampai akhirnya
rumahpun digadaikan!

Mula-mula dimulai dengan kemenangan-kemenangan kecil bagi orang itu. 
Dan memang demikianlah biasanya racun mulai menguasai manusia dalam perjudian. 
Kemenangan merupakan pancingan beracun.
 Setelah merasakan enaknya
kemenangan, merasakan masuknya uang mudah, orang menjadi malas untuk bekerja,
karena bekerja memeras keringat, hasilnya tidak seberapa, sedangkan menang
berjudi, sambil bersenang-senang memperoleh uang yang amat mudah.  Setelah
makin lama makin besar kekalahannya, makin besar pula nafsu menguasai diri duda
itu untuk memperoleh kembali segala yang telah hilang itu, yang telah kalah. 
Apapun juga akan dilakukan untuk memperoleh modal berjudi lagi, karena dia
selalu membayangkan dalam setiap awal perjudian bahwa sekali itu dia akan menang
besar.

Namun berkali-kali hasilnya merupakan kebalikan.  Dia kalah terus. 
Sampai akhirnya dia terlibat hutang dengan bandar judi dan bingung ketika
ditagih oleh tukang pukulnya karena sudah tidak memiliki apa-apa lagi. 
Kalau sudah begitu pikiran jahat memasuki benaknya.  Dia bermakna melunasi
hutang-hutangnya dengan mengorbankan anaknya untuk dijual kepada bandar judi itu.

Memang mengerikan sekali akibat seorang yang gila judi.  Dan hal
ini bukan dongeng belaka.  Bahkan banyak yang sudah terjadi orang rela
menjual istrinya, anaknya dan siapa saja.  Mau mempergunakan uang siapa
saja untuk berjudi.  Banyak pula yang berusaha mengelak, berusaha
melepaskan kebiasaan berjudi, namun tidak dapat.  Timbul pertanyaan
besar dalam benak para penjudi yang sudah melihat akan bahayanya perjudian dan
ingin melepaskannya namun tidak mampu, yaitu : Bagaimanakah caranya agar
terbebas dari penyakit judi ini?

Hendaknya diketahui benar bahwa kegemaran judi bukan datang dari luar,
melainkan dari diri sendiri, dari dalam batin.  Timbul karena adanya
harapan dan keinginan untuk menangkan banyak uang, untuk memperoleh uang secara
mudah, untuk dapat memperoleh kembali kekalahan-kekalahannya yang lalu. 
Judi hari ini adalah kelanjutan dari judi kemarin, dan yang lalu.  Sekali
batin telah waspada dan sadar, maka batin akan dapat membikin putus tali
lingkaran setan itu.  Melepaskan ingatan dari hasil-hasil perjudian
hari-hari kemarin, melepaskan ingatan akan kalah dan menang.  Kalau
terdapat pikiran bahwa akan berjudi sekali lagi, sekali lagi saja lalu berhenti,
maka dia tidak akan dapat berhenti !

Begitu melihat kepalsuannya lalu berhenti sampai disitu, sekarang juga,
saat ini juga, dan tidak mengingatnya lagi, atau menatapnya, mengamati diri
sendiri penuh kewaspadaan, maka kebiasaan itupun akan terhentilah.  Bukan
melarikan diri dari kebiasaan.  Melarikan diri percuma saja karena
kebiasaan itu dapat dilakukan dimanapun juga.  Yang penting, terbebas dari
kebiasaan ini, dengan jalan menghadapinya dengan penuh kewaspadaan, mengamatinya
sehingga nampak seluruhnya, latar belakangnya, sebab-sebabnya.



Spiritual Of Wired

___________________________

***Time In DKI Jakarta***

___________________________

 

___________________________

Chi Trova Un Amico Trova Un Tesoro << One Who finds a friend finds a treasure >>

___________________________


___________________________

March 2004 April 2004 May 2004 June 2004 July 2004 August 2004 September 2004 October 2004 November 2004 December 2004 January 2005 February 2005 March 2005 April 2005 May 2005 June 2005 July 2005 August 2005 September 2005 October 2005 November 2005 December 2005 January 2006 February 2006

VIA.Must Read It

* Perasaan Kesepian
* Seminar Pengetahuan Tentang Kesehatan
* Sejarah Etnis China & Islam
* SQ ( Spiritual Quotient )
* Satan Church
* Indigo
* Spirit World
* Rahasia Aborsi
* Gula Pasir Pemanis Yang Membawa Penyakit
* All About Zodiac

___________________________

Kang-Ta

Virus Kang-Ta

psikologi

online
Counter
sum visitor
Free Tell A Friend from Bravenet.com Free Tell A Friend from Bravenet.com

___________________________